Kendari, Radarsultra.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis perkembangan ekspor dan impor daerah selama Oktober 2024.
Berdasarkan data BPS Sultra, nilai ekpor Oktober 2024 mencapai US$303,94 juta atau naik 10,12 persen dibanding ekspor September 2024 yang tercatat US$276,02 juta. Sejalan dengan itu, volume ekspor Oktober 2024 tercatat 212,64 ribu ton atau naik 3,28 persen dibanding volume ekspor September 2024 yang tercatat 205,88 ribu ton.
Plt. Kepala BPS Sultra, Surianti Toar mengatakan, peningkatan terbesar Ekspor Sultra pada bulan tersebut terjadi pada komoditas besi dan baja senilai US$28,32 juta (naik 10,33 persen) dimana pada bulan September 2024 sebesar US$274,23 juta naik menjadi US$302,55 juta di bulan Oktober 2024.
“Komoditi yang selama ini menjadi andalan Sultra antara lain besi dan baja serta bermacam hasil laut, sedangkan negara tujuan ekspor tersebar di benua Asia hingga Amerika,” ujarnya dalam konfrensi pers berita resmi statistik di Kantor BPS Sultra, Senin, (2/12/2024).
Dari segi impor, lanjut Surianti, di Oktober 2024 nilai impor Sultra mencapai US$115,39 juta, naik 0,71 persen dibandingkan September 2024 atau turun 8,23 persen dibandingkan Oktober 2023.
“Untuk volume impornya senilai 299,40 ribu ton, naik 6,18 persen dibandingkan September 2024 atau turun 12,99 persen dibandingkan Oktober 2023,” ungkapnya.
Sedangakan untuk peningkatan nilai impor golongan barang terbesar dibandingkan September 2024 adalah bahan bakar mineral sebesar US$ 13,16 juta (naik 19,14 persen).
Dan untuk tiga negara pemasok barang impor terbesar selama Oktober 2024 adalah Tiongkok senilai US$41,70 juta , Singapura senilai US$38,44 juta, dan Malaysia US$20,44 juta.






