Kendari, Radarsultra.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah merilis beberapa indikator strategis terkini, salah satunya yaitu profil kemiskinan di Sultra pada Senin, (16/1/2023).
Berdasarkan data dari BPS Sultra tersebut, persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2022 sebesar 7,22 persen, naik 0,27 persen poin terhadap Maret 2022. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2022 sebesar 13,60 persen, naik 0,03 persen poin dari Maret 2022.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sultra, Ahmad Luqman mengungkapkan, dibanding Maret 2022, jumlah penduduk miskin September 2022 perkotaan naik sebanyak 3,77 ribu orang (dari 69,94 ribu orang pada Maret 2022 menjadi 73,71 ribu orang pada September 2022).
“Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan naik sebanyak 1,19 ribu orang (dari 239,85 ribu orang pada Maret 2022 menjadi 241,04 ribu orang pada September 2022),” ujarnya melalui siaran pers BPS Sultra.
Sedangkan untuk garis Kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar Rp 432.464,-/kapita/ bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp 326.264,- (75,44 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 106.200,- (24,56 persen).
Pada September 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 5,27 orang anggota rumah tangga.
“Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.279.085,-/rumah tangga miskin/bulan,” ujar Ahmad.






