1

Siska Karina Imran: Sampah Bisa Jadi Sumber Ekonomi, Kendari Bentuk 40 Bank Sampah

Foto: Siska Karina Imran: Sampah Bisa Jadi Sumber Ekonomi, Kendari Bentuk 40 Bank Sampah
1

Kendari, Radarsultra.co – Pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan penguatan kolaborasi antar daerah menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI yang digelar di Kota Kendari.

Ketua APEKSI Komwil VI yang juga Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa isu sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kota, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

1

Menurutnya, Pemerintah Kota Kendari terus mendukung program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang telah menjadi gerakan nasional dalam mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

“Karena ini bicara tentang sampah, tentu ini bicara tentang lingkungan. Bapak Presiden sudah mengeluarkan program ASRI, Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Ini yang terus digaungkan oleh kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” ujar Siska Karina Imran. Rabu (3/6/2026).

Foto: Siska Karina Imran: Sampah Bisa Jadi Sumber Ekonomi, Kendari Bentuk 40 Bank Sampah

Ia menjelaskan bahwa Kota Kendari telah lebih dahulu menginisiasi berbagai program penanganan sampah sebelum program ASRI diluncurkan secara nasional. Program tersebut dijalankan bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta didukung oleh berbagai regulasi yang telah diterapkan.

BACA JUGA :  Cegah Penyalahgunaan Obat, BPOM Sultra Lakukan Sosialisasi ke Sekolah

Saat ini, Pemerintah Kota Kendari tengah mengembangkan proyek percontohan pengelolaan sampah di Kecamatan Kadia. Program tersebut menitikberatkan pada penanganan sampah dari sumbernya, termasuk proses pemilahan sampah oleh masyarakat.

“Di Kecamatan Kadia, sampah dijemput langsung dari rumah-rumah warga. Tantangan yang ada sekarang adalah bagaimana kita terus mensosialisasikan agar sampah dapat dipilah menjadi tiga bagian sejak dari rumah tangga,” jelasnya.

Selain fokus pada pengurangan dan penanganan sampah, Pemkot Kendari juga mendorong pengembangan ekonomi sirkular melalui pembentukan bank sampah di berbagai kelurahan.

Dari total 65 kelurahan yang ada di Kota Kendari, sebanyak 40 bank sampah telah dibentuk dan beroperasi. Program tersebut diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah tidak lagi menjadi masalah, tetapi memiliki nilai ekonomi.

“Kita mengajak masyarakat bahwa sampah bukan lagi sesuatu yang perlu dirisaukan, tetapi dapat menghasilkan nilai ekonomi. Salah satu contohnya ada di Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat, yang menjadi bank sampah percontohan dan telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Foto: Wakil Ketua I APEKSI Pusat sekaligus Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar pemerintah daerah

Sementara itu, Wakil Ketua I APEKSI Pusat sekaligus Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar pemerintah daerah di tengah keterbatasan kapasitas fiskal yang dihadapi banyak kota di Indonesia.

BACA JUGA :  PDAM Tirta Anoa Kendari Bentuk Tim Satgas Atasi Kehilangan Air

Menurut Tauhid, daerah tidak dapat lagi bekerja secara sendiri-sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan, melainkan harus membangun jejaring kerja sama yang saling menguntungkan.

“Dengan kondisi fiskal yang sangat terbatas, dorongan yang diinginkan adalah agar daerah-daerah melakukan kolaborasi dan sinergi. Ke depan, kita tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.

Ia mencontohkan kolaborasi promosi pariwisata yang dilakukan sejumlah daerah anggota APEKSI melalui kegiatan promosi di Hotel Borobudur Jakarta selama kurang lebih 40 hari. Kegiatan tersebut dinilai berhasil memperluas jejaring promosi hingga ke tingkat internasional.

“Melalui kolaborasi tersebut, daerah mendapat ruang untuk memperkenalkan potensi wisatanya kepada masyarakat dan wisatawan mancanegara yang datang. Artinya, tidak ada satu kota yang maju sendiri, tetapi kota akan maju bersama,” tegasnya.

Rakerwil APEKSI Komwil VI di Kendari diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis bagi pemerintah kota di kawasan Indonesia Timur, terutama dalam pengelolaan lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kerja sama antar daerah guna mendorong pembangunan yang berkelanjutan.***

1
1