Kendari, Radarsultra.co – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra), pada November 2022, nilai ekspor di Sultra mencapai US$497,67 juta atau turun 12,67 persen dibanding ekspor Oktober 2022 yang tercatat US$569,84 juta.
Sementara itu, volume ekspor pada November 2022 tercatat 306,75 ribu ton atau naik sebesar 7,16 persen dibanding volume ekspor Oktober 2022 yang tercatat 286,26 ribu ton.
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti menjelaskan, penurunan terbesar Ekspor Sultra pada November 2022 terjadi pada komoditas Besi dan Baja senilai US$73,70 juta atau turun 13,00 persen.
“Dimana pada bulan Oktober sebesar US$567,15 juta turun menjadi US$493,45 juta di bulan November,” ujarnya dalam siaran pers BPS Sultra, Senin, (2/1/2023).
Sedangkan untuk nilai impor di Sultra pada November 2022, lanjut Agnes, justru mengalami kenaikan yakni mencapai US$204,02 juta, naik 67,32 persen dibandingkan Oktober 2022 atau naik 4,42 persen dibandingkan November 2021.
Sedangkan untuk volume impor November 2022 senilai 390,34 ribu ton, naik 40,41 persen dibandingkan Oktober 2022 atau turun 29,22 persen dibandingkan November 2021.
“Peningkatan impor golongan barang terbesar November 2022 dibandingkan Oktober 2022 adalah Besi dan Baja yaitu sebesar US$44,24 juta atau naik 125,28 persen,” ungkap Agnes.






