1

ASR-Hugua Mulai Menjalankan Amanah, Tekankan Kolaborasi dan Integritas

ASR-Hugua Mulai Menjalankan Amanah, Tekankan Kolaborasi dan Integritas
1

Kendari, Radarsultra.co – Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) dan Ir. Hugua, resmi mengawali kepemimpinan mereka dengan menghadiri penandatanganan pakta integritas dan perjanjian kinerja 2025 di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, Sabtu (1/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ASR menekankan pentingnya kerja sama dan integritas dalam menjalankan pemerintahan.

1

Ia meminta para kepala dinas (kadis) dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bekerja dengan hati.

“Kalau hatinya baik maka kerjanya juga baik. Jika hatinya tidak baik maka kerjanya juga ikut tidak baik. Bekerja sesuai pesan Presiden Prabowo Subianto, yakni jangan khianati mandat rakyat,” ujar ASR, Sabtu (1/3/2025).

BACA JUGA :  Hadir di Butur, Wisata Kuliner Berkonsep Religi dengan Ragam Sajian Modern

Lebih lanjut, ASR menegaskan bahwa kepemimpinan mereka adalah amanah dari masyarakat Sultra yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya dan Pak Hugua akan bekerja dengan sekuat tenaga, bekerja keras menjalankan amanah rakyat untuk membawa Sultra ke arah yang lebih baik. Tetapi kami tak akan bisa bekerja sendiri tanpa bantuan kepala dinas, eselon, dan masyarakat,” katanya.

Ia juga menyinggung soal pentingnya persatuan pasca-Pilkada, menegaskan bahwa tidak boleh ada sekat dalam pemerintahan.

“Satukan pikiran, hati, dan kekuatan. Pertarungan sudah selesai, saya akan membuka diri. Jangan takut karena sebelumnya tidak mendukung saya dan Pak Hugua. Kami sejak awal berkomitmen menghilangkan sekat, kita melihat ke depan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Jelang Hari H Pencoblosan, Potensi Pelanggaran Akan Meningkat

Terkait program yang akan dijalankan, ASR menyatakan akan tetap mempertimbangkan program dari pemimpin sebelumnya yang masih relevan.

“Saya bertanya soal program kepada pemimpin sebelumnya yang bisa dilanjutkan. Semoga mereka membuka diri. Kami tak akan mampu bekerja sendiri tanpa melibatkan dan merangkul stakeholder. Kini saatnya kita bersama karena ini milik kita, bukan milik segelintir atau sekelompok saja,” pungkasnya.*

1
1