Kendari, Radarsultra.co.id – Badan Pengawasan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kendari memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya obat tradisional mengandung bahan kimia obat.

Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang melibatkan unsur pentahelix seperti pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, perguruan tinggi dan media tersebut digelar di salah satu hotel di Kendari, Selasa, (13/12/2022).
Kepala BPOM di Kendari, Yoseph Nahak Klau saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, unsur pentahelix memiliki peran yang sangat penting sehingga perlu dilibatkan dalam hal melakukan pengawasan terkait obat-obatan tradisional yang mengandung bahan kimia berbahaya, terlebih lagi berdasarkan pengawasan BPOM, penggunaan obat-obatan tradisional dari tahun 2019 hingga 2022 ini mengalami peningkatan.
“Kenaikan ini harus kita antisipasi, jangan sampai naiknya ini ternyata banyak yang mengandung kandungan berbahaya,” ujarnya.
Yoseph mengimbau, agar dalam menggunakan obat tradisional atau herbal, masyarakat perlu lebih teliti dan hati-hati, misalnya jika menggunakan obat tradisional dalam kemasan makan harus memiliki izin edar dari BPOM sedangkan obat tradisional yang sifatnya diambil langsung dari tanaman atau berasal dari warisan turun temurun perlu diperhatikan aspek kebersihannya.
“Kalau tanamannya misalnya direbus menggunakan air bersih dan harus matang, intinya sanitasinya bersih,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber dari berbagai lembaga seperti BPOM, UHO, Kadin Sultra, Dinas Kesehatan dan media.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan kerjasama antara BPOM di Kendari dan UHO terkait pengawasan obat-obatan tradisional.






