1

Penolakan GRAB Berlanjut, Ratusan Supir Ankot Turun ke Jalan

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Ratusan supir angkutan umum yang tergabung dari Asosiasi Taxi Kendari dan Forum Solidaritas Supir Mobil Angkutan (Forssma) Kendari kembali melanjutkan aksi penolakan terhadap angkutan umum berbasis Online atau Grab di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aksi yang dipimpin oleh Ketua Forssma Kendari, La Ode Bili Muhammad Nane tersebut diwarnai dengan aksi penolakan penumpang angkutan umum, bahkan ada penumpang yang diturunkan secara paksa dalam aksi tersebut.

1
Foto : Aksi yang dipimpin oleh Ketua Forssma Kendari, La Ode Bili Muhammad Nane tersebut diwarnai dengan aksi penolakan penumpang angkutan umum.( Emil Rusmawansyah/Radarsultra.co.id)

Dalam orasinya, La Ode Bili menyatakan dengan bahwa kehadiran kendaraan angkutan umum berbasis aplikasi atau Grab di Kota Kendari diibaratkan pembunuh berdarah dingin yang akan merampas sumber kehidupan dari ratusan bahkan ribuan supir taxi ataupun angkot di kota Kendari, untuk itu pihaknya menegaskan menolak dan meminta kepada Gubernur Sultra untuk tidak menerbitkan Izin operasi Grab di Kendari.

BACA JUGA :  Digitalisasi Pelayanan, Dinkes Kendari Tingkatkan Kemampuan Pengelola Sikda Generik

“Grab adalah angkutan umum pembunuh berdarah dingin yang akan merampas sumber pencarian kita yang sudah sejak awal kita geluti sebagai profesi utama kita sebagai seorang supir, kehadiran Grab ini perlahan-lahan akan membunuh kita para supir layaknya pembunuh berdarah dingin,” kata La Ode Bili, Rabu (29/11/2017).

BACA JUGA :  647 CJH Kota Kendari Diberangkatkan ke Tanah Suci

Untuk itu, Supir di Kota Kendari menolak dengan tegas keberadaan angkutan umum berbasis online tersebut dengan meminta kepada Gunernur Sultra untuk tidak menerbitkan izin operasi di Kota Kendari,” tambahnya.

Untuk diketahui, dalam aksi penolakan tersebut akan terus berlanjut hingga ada kejelasan dari Pemerintah provinsi sultra untuk tidak menghadirkan Grab di Kota Kendari. (B)

1
1