Kendari, Radarsultra.co – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang lengkap, akurat, dan jujur kepada petugas yang melakukan pendataan.
Pesan tersebut disampaikan Amalia usai menghadiri Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Sulawesi Tahun 2026 di Hotel Claro Kendari, Jumat (29/05/26).
Menurut Amalia, BPS saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan melalui dua metode pendataan, yakni wawancara langsung dari rumah ke rumah (door to door) dan pengisian kuesioner secara daring.
Untuk perusahaan berskala besar, BPS akan menerapkan metode Web-Based Questionnaire (WBQ) atau kuesioner berbasis internet yang tautannya dikirim langsung kepada responden. Sementara itu, petugas sensus akan melakukan pendataan terhadap pelaku usaha dan berbagai aktivitas ekonomi di seluruh Indonesia.
“Kami ingin berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia, kalau nanti petugas Sensus Ekonomi datang jangan ditolak. Berikan jawaban yang benar dan lengkap. Data yang diberikan akan kami jaga kerahasiaannya karena keakuratan hasil Sensus Ekonomi sangat bergantung pada jawaban yang diberikan masyarakat,” ujar Amalia.
Ia menjelaskan, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi sumber data penting untuk menggambarkan kondisi terkini perekonomian nasional. Melalui sensus tersebut, pemerintah dapat memperoleh informasi mengenai persebaran usaha dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Melalui Sensus Ekonomi ini kami dapat menghadirkan peta dan profil ekonomi Indonesia yang terkini. Kami juga bisa melihat sebaran usaha maupun aktivitas ekonomi yang ada di Indonesia karena seluruh kegiatan ekonomi akan didata tanpa terkecuali,” katanya.
Data yang dihimpun nantinya akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan dan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
“Setelah data selesai dihimpun dan diolah, hasilnya akan menjadi referensi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan berdasarkan kondisi ekonomi yang sebenarnya,” jelasnya.
Untuk memastikan kualitas data yang dihasilkan, BPS akan memberikan pelatihan kepada para petugas sensus yang telah direkrut. Materi pelatihan meliputi penggunaan kuesioner digital, teknik wawancara, pemahaman konsep dasar sensus ekonomi, hingga klasifikasi lapangan usaha Indonesia.
“Nanti calon petugas sensus akan kami latih bagaimana menggunakan kuesioner digital, bagaimana cara bertanya kepada responden, serta memahami berbagai konsep dan klasifikasi yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi,” ungkapnya.
Amalia juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab demi menghasilkan data yang berkualitas.
“Mari kita lakukan kegiatan pendataan Sensus Ekonomi dengan sebaik-baiknya, karena data yang akurat sangat penting untuk menghadirkan kebijakan yang tepat bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia,” tutupnya.






