1

Intervensi Pemerintah Dibutuhkan Untuk Perkembangan Wisata di Pulau Kabaena

1

Rumbia, Radarsultra.co.id – Pulau Kabaena yang terletak di Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memiliki obyek wisata yang dapat menjadi tujuan wisatawan domestik dan mancanegara. Hanya saja potensi ini belum dilirik wisatawan sebab pengelolaannya yang belum maksimal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) nomor urut 2 (Dua), Ir. Hugua saat berkunjung di Pulau Kabaena Sultra.

1

Cawagub Sultra dari Pasangangan Calon (Paslon) Asrun – Hugua tersebut mengatakan Pulau Kabaena memiliki potensi yang besar dalam sektor pariwisata namun untuk mengembangkan potensi tersebut dibutuhkan intervensi dari pemerintah.

BACA JUGA :  Basarnas Kendari Evakuasi Tiga Nelayan di Perairan Ereke

“Dibutuhkan intervensi pemerintah, kalau mau memaksimalkan seluruh potensi pariwisata Pulau Kabaena. Pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang dibutuhkan wisatawan,”  kata Hugua saat berkunjung di Pulau Kabaena, pekan lalu.

Saat melakukan kunjungan sekaligus sosialisasi ke seluruh pelosok wilayah Sultra, Hugua juga melihat potensi wilayah yang dapat dikembangkan, disamping itu, Cawagub Sultra dari Paslon Asrun-Hugua itu juga mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat di Pulau Kabaena.

Hugua yang sukses mengembangkan pariwisata di Kabupaten Wakatobi saat menjabat sebagai bupati selama 2 periode, berkunjung ke pulau Kabaena yang terkenal dengan Gunung Sabampolulu, dan melihat potensi wisata alam dan bahari yang dapat direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan.

BACA JUGA :  PT GKP, PT TMP dan PPWS Beri Bantuan Korban Kebakaran di Sawapatani Wawonii

Mantan aktivis LSM ini melihat langsung kerangka ikan paus biru di Pelabuhan Sikeli, Kabaena Barat, Kabupaten Bombana. Tulang ikan paus itu diyakini oleh sebagian masyarakat setempat, merupakan tulang raja ikan paus (Raja Baena).

Hugua juga melihat langsung  kapal VOC, milik Belanda yang karam di Sagori, Kabaena. Kapal ini diperkirakan tenggelam, saat pecah perang dunia ke 2 (Dua). Di lokasi ini menjadi site penyelaman yang indah. (B)

1
1