Konawe Selatan, Radarsultra.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mulai mempersiapkan pelaksanaan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dengan menggelar pelatihan bagi para petugas lapangan.
Pelatihan ini dilaksanakan pada Selasa, (10/6/2025), dan diikuti oleh 25 peserta, yang terdiri atas 20 petugas pencacah lapangan (PPL) dan 5 petugas pemeriksa lapangan (PML).
Pelaksana Tugas Kepala BPS Konawe Selatan, Abdul Murat Musyafir, menyampaikan bahwa pelatihan SUPAS 2025 dimulai dengan metode pembelajaran daring secara mandiri, dilanjutkan dengan sesi tatap muka. Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh dari para petugas agar pendataan yang dilakukan berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat.
“Survei ini tidak dilaksanakan setiap tahun, melainkan hanya sekali dalam satu dekade, tepatnya pada tahun yang berakhiran angka lima. Oleh karena itu, kami berharap seluruh petugas mampu menguasai konsep dan teknis pelaksanaannya dengan baik,” ujarnya.
SUPAS 2025 bertujuan untuk menghasilkan delapan indikator demografi utama, yaitu tingkat kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), migrasi, ketenagakerjaan, kondisi lansia, disabilitas, pendidikan dan bahasa, serta kondisi perumahan. Abdul Murat menekankan bahwa peran petugas sangat penting dalam memastikan data yang dikumpulkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Hasil SUPAS ini menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam merancang arah pembangunan nasional. Data tersebut akan digunakan untuk evaluasi dan perencanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) hingga 2045,” jelasnya.
Lebih lanjut, hasil pendataan akan dipublikasikan secara nasional dan dilanjutkan dengan estimasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sesuai data lapangan yang terkumpul. Abdul Murat juga mengingatkan para petugas agar menggali informasi dari responden dengan cermat dan objektif, demi mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Keberhasilan SUPAS 2025 sangat bergantung pada kualitas data. Oleh karena itu, kami dorong para petugas agar mampu membangun komunikasi efektif dengan masyarakat,” tutupnya.






