Kendari, Radarsultra.co.id – Afiq Bin Rinwan seorang bocah laki-laki berusia satu tahun sembilan bulan dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir sejauh kurang lebih 300 meter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Boy Ihwansyah mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya bocah malang tersebut ditemukan oleh warga setelah terseret arus banjir sejauh 300 meter pada saat sedang bermain di sekitar rumahnya di RT 20, RW 08, Kelurahan Amohalo, Nanga-nanga.
“Menurut keterangan warga, korban ditemukan setelah terseret arus sejauh kurang lebih 300 meter, dari laporan yang kami terima, saat ditemukan balita itu masih hidup, kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat, tapi air sudah banyak yang dia telan. terpaksa korban dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas namun sayang nyawanya tidak bisa tertolong,” kata Boy di posko pengungsian Wanggu, Senin (15/05/17) siang.
Menurut Boy, insiden tersebut sangat disayangkan dan pihaknya mengharapkan agar masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, disisi lain, Boy menganggap insiden yang menimpah Afiq adalah murni kelalaian orang tua yang lengah dalam mengawasi anaknya disaat banjir.
“Harusnya kejadian di Amohalo itu menjadi contoh dan bisa dijadikan pelajaran agar para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya,” jelas Boy. (B)






