Kendari, Radarsultra.co – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, meresmikan Gedung Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Kota Kendari sekaligus meluncurkan aplikasi Si Dori (Sistem Donor Darah Kendari) di RSUD Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti, dan pemotongan tumpeng sebagai simbol beroperasinya fasilitas pelayanan darah tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan pembangunan Unit Pengelola Darah merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Pelayanan kesehatan harus berkualitas, aman, dan dapat diakses seluruh masyarakat. Karena itu, pemerintah akan terus berupaya melengkapi berbagai fasilitas kesehatan yang masih dibutuhkan di RSUD Kota Kendari,” ujar Siska Karina Imran.
Menurutnya, pengembangan fasilitas rumah sakit tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penyediaan alat kesehatan sesuai kebutuhan tenaga medis. Ia menegaskan seluruh pengadaan fasilitas dilakukan berdasarkan kebutuhan pelayanan, bukan semata-mata keinginan.
Siska mengungkapkan, Pemerintah Kota Kendari telah menyiapkan sejumlah pengembangan fasilitas kesehatan lainnya pada tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan rumah sakit sekaligus mengurangi jumlah pasien yang belum dapat tertampung setiap tahunnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda hingga rumah sakit di Sulawesi Tenggara, untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun layanan kesehatan yang semakin baik.
“Kita harus bersinergi memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan agar masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah hanya karena keterbatasan pelayanan,” katanya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kota Kendari, dr. drg. Hj. Fauziah, M.Kes, mengatakan Unit Pengelola Darah yang diresmikan telah dilengkapi gedung dua lantai seluas 630 meter persegi, satu unit mobil operasional, serta peralatan kesehatan untuk mendukung pelayanan transfusi darah.
Selain sarana dan prasarana, RSUD Kota Kendari juga telah memenuhi persyaratan sumber daya manusia, terdiri atas satu dokter spesialis patologi klinik, empat dokter umum, satu tenaga transfusi darah, dua perawat, dan 22 tenaga teknologi laboratorium medik.
“Layanan Unit Pengelola Darah siap beroperasi setelah memperoleh hasil kredensial dari BPJS Kesehatan,” ujar Fauziah.
Pada kesempatan yang sama, RSUD Kota Kendari juga meluncurkan aplikasi Si Dori (Sistem Donor Darah Kendari)sebagai sistem informasi yang memuat database pendonor darah se-Kota Kendari. Aplikasi tersebut diharapkan mempermudah pendataan pendonor, mempercepat pencarian darah, serta mendukung pelayanan transfusi darah yang lebih efektif dan terintegrasi.
Fauziah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Kota Kendari, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Kesehatan Kota Kendari, serta seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Unit Pengelola Darah hingga siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hadirnya Unit Pengelola Darah dan aplikasi Si Dori diharapkan semakin memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kota Kendari sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan darah yang cepat, aman, dan berkualitas.***






