1

Safari Ramadan, PT Antam Santuni Ratusan Anak Yatim di Kendari

1

Kendari, Radarsultra.co.id – PT Antam (Persero) Tbk menggelar buka puasa bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sultra di Grand Clarion Hotel Kendari. Dalam safarinya, ia memberikan santunan kepada Panti Asuhan, Panti Jompo dan Fakir Miskin.

PT Antam Tbk berbagi dengan 550 orang yatim/piatu yang berasal dari delapan panti asuhan dan pondok pesantren, 100 orang penghuni panti lompo, dan pensiunan yang ada di kota kendari sebanyak 30 orang.

1

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti oleh umat muslim untuk berlomba-lomba beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan ibadah puasa, bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga untuk meningkatkan kejujuran, keikhlasan, kerja keras dan kepedulian sosial. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyu, serta mendapatkan rahmat, hidayah dan pengampunan-Nya di penghujung bulan Ramadhan ini,” ungkap Direktur Utama PT Antam, Arie Prabowo Ariotedjo dalam sambutannya, Sabtu (10/6/2017).

BACA JUGA :  Kapal Tujuan Baubau Karam, 10 Orang Tenggelam Berhasil Diselamatkan
Ketgam: Foto bersama Gub sultra, kepala PT Antam dan anak yatim dan lansia

Arie berharap melalui momen di bulan yang suci ini, diharapkan kebersamaan dan kerjasama yang telah terjalin selama ini terus dapat dibina dengan baik.

“Kami yakin dengan kerja keras, dukungan dan sinergi ANTAM dengan seluruh stakeholder, kita dapat tumbuh bersama demi kehidupan dan lingkungan masyarakat yang lebih baik,” kata Arie.

Sementara itu, Gubernur Sultra Nur Alam menuturkan, Ibadah puasa terutama bulan Ramadan diyakini memiliki dimensi spritual dan dimensi sosial.

BACA JUGA :  Suka Duka Menjadi Petugas Pemadam Kebakaran

“Dimensi spritual yaitu hubungan dengan Allah SWT, yang hakekatnya terletak pada rahasia antara hamba dan Tuhannya, sehingga puasa menjadi indikator tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. Dan dimensi sosial hubungan sesama manusia, yakni dalam berpuasa seseorang di hadapkan dengan menahan hawa nafsu. Sehingga seseorang dapat merasakan apa yang dirasakan oleh kaum du’afa dan menimbulkan rasa empati dan kepekaan sosial terhadap lingkungan dan sekitarnya,” tutur Nur Alam.

Di samping itu, sambung dia, nilai-nilai luhur yang lahir dari penunaian ibadah berupa perilaku jujur, disiplin, dermawan, dan loyal dalam arti penuh keikhlasan, yang mampu mewarnai pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari.(c)

1
1