1

Rapat di DPRD Butur, Polres Butur Paparkan Strategi Antisipasi Dampak Sosial PSBB

Polres Kendari Paparkan Strategi Antisipasi Dampak Sosial PSBB
1

Butur, Radarsultra.co.id – Untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di beberapa daerah di Indonesia telah merumuskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Polres Kendari Paparkan Strategi Antisipasi Dampak Sosial PSBB

Tidak menutup kemungkinan, jika keadaan makin memburuk akibat Covid-19, PSBB juga akan diberlakukan di Sulawesi Tenggara (Sultra) bahkan mungkin di Kabupaten Buton Utara (Butur).

1

Menyadari dampak PSBB yang akan dirasakan masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Butur dalam rapat koordinasi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Butur, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTC-19) Butur dan pihak-pihak terkait memaparkan strategi Sistem Pengamanan Kota (Sispamakota) kontijensi melalui Tactical Floor Game (TFG) pada Rabu, (15/04/2020).

Dihadapan seluruh peserta rapat, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Butur mensimulasikan strategi pengamanan untuk mengantisipasi dampak sosial yang mungkin akan terjadi akibat PSBB.

BACA JUGA :  Pemkot Gelar Zikir Bersama Jelang Pilkada

Dampak PSBB kedepan mungkin lebih ke ekonomi sosial masyarakat,” kata Kapolres Butur, AKBP. Wasis Santoso, Rabu, (14/04/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Butur, dr. Muhammad Kasrul mengungkapkan, Buton Utara saat ini dikategorikan sebagai zona hijau Covid-19.

Damapak Covid-19 di Butur masih dalam kondisi aman dan terkendali dimana kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) masih belum ditemukan di Buton Utara, bahkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang jumlah totalnya 69 kasus hingga saat ini tersisa 6 kasus.

Total Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Butur berjumlah 69 dan yang sudah selesai dipantau 63. Saat ini, ODP di Butur sisa 6 orang,” ungkap dr. Kasrul.

Meskipun demikian, ia tidak ingin GTC-19 kecolongan, ia mengingatkan agar semua pihak selalu waspada dan memperketat penjagaan di pintu-pintu masuk kabupaten Butur, terlebih lagi dengan adanya OTG yang tidak terdeteksi selain melalui rapid test.

BACA JUGA :  Lima Balon Bupati Mendaftar di Demokrat Butur, Tiga Diantaranya Resmi Mengembalikan Berkas

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Butur, Diwan menegaskan agar GTC-19 Butur dan semua pihak terkait bekerja lebih cepat lagi dan petugas garis depan seperti Dinkes, TNI-POLRI, maupun Satpol-PP agar dipenuhi kebutuhannya.

Yang bertugas di garis depan baik itu Dinkes, TNI-Polri agar diperhatikan kebutuhannya, kita gunakan anggaran yang sudah ada, jangan dipersulit,” tegasnya.

1
1