Kendari, Radarsultra.co.id – Pil Koplo atau pil PCC kembali memakan korban, kali ini korbanya diketahui seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Oikumene Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang bernama Arwan Cahyadi (16) menjadi korban keganasan Pil PCC tersebut.
Menurut pengakuan paman korban, AK (36), Arwan yang masih menduduki bangku pendidikan kelas 1 SMA tersebut harus merenggang nyawa setelah dia menelan beberapa butir pill PCC pada hari Minggu (10/9/2017) lalu.
“Awalnya Arwan habis jalan-jalan bersama temannya, setelah pulang dari rekreasi dia langsung terbaring lemas, sempat mengeluh sesak nafas dan mengalami panas tinggi, begitu sudah tidak tahan langsung dilarikan ke Rumah Skait (RS) Abunawas,” ungkap AK Saat ditemui di kediamannya, Jum’at (22/9/2017).
Setelah dirawat beberapa hari di RS Abunawas, Lanjut AK, kondisi korban tidak kunjung membaik hingga pihak keluargapun memutuskan untuk merawat korban di rumahnya yang bertempat di BTN Rezki II di Kelurahan Poasia Kecamatan Anduonohu, Kota Kendari Sultra.
“Begitu berjalan tiga malam korban dirawat di RS Abunawas tanpa adanya diagnosa dokter, kita sekeluarga memutuskan untuk keluar, dan memilih untuk melakukan perawatan dirumah, tapi setelah dirawat di rumahpun kondisinya malah tambah parah,” lanjutnya.
Dengan kondisi korban yang makin parah mengharuskan keluarga korban untuk bolak-balik dan gonta ganti Rumah Sakit sebelum akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia di RS Bahteramas pada Kamis dini hari kurang lebih pukul 01.35 WITA.
“Perawatan korban yang dilakukan di rumah menjadikan kondisinya makin drop, keluhannya mual, muntah, panas tinggi dan sesak nafas, lalu dia kita bawa lari lagi ke RS Bhayangkara dua kali bolak-balik untuk mendapatkan pertolongan, namun untuk kedua kalinya di RS Bhayangkara ini dia tidak dirawat inap cuma kita radiologi saja terus dirujuk lagi ke RS Bahteramas. Di RS Bahteramas dirawat selama dua hari dua malam kemudian meninggal pada hari Kamis subuh kurang lebih jam 1.35 Wita.,” tutur paman korban kepada awak media.
Manurut pengakuan AK, setelah mengalami sakit beberapa hari, korban sempat bercerita bahwa ia telah mengkonsumsi pill PCC namun pihak keluarga tidak begitu menanggapi hal itu dengan alasan masih menunggu hasil diagnosa dari dokter.
Sementara Ibu Korban, RS (55) yang juga ditemui tempat yang sama mengatakan bahwa semasa hidupnya korban dikenal sebagai anak yang baik yang suka bergaul layaknya remaja pada umumnya, namun pihaknya tidak menyangka bahwa anak bungsunya itu akan berakhir setelah mengkonsumsi PCC. (C)






