Kendari, Radarsultra.co.id – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) menuntut kasus perampokan disertai penganiayaan terhadap 7 mahasiswa S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik UHO segera diusut.
Kejadian yang terjadi pada tanggal 25 April 2017 sekitar pukul 01.00 dini hari tersebut terjadi saat para mahasiswa teknik yang juga panitia penyelenggara Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sementara membereskan berkas di posko pendaftaran diserang tiba-tiba oleh 4 orang tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam berupa badik.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik UHO, Rudi Wijaya mengatakan, pihaknya mewakili Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Teknik UHO berharap agar Polisi Sektor (Polsek) Poasia bisa segera mengusut kasus tersebut dan menangkap para pelaku.
“Kami sudah melapor ke polisi dan sekarang kami menyerahkan sepenuh kasus ini kepada pihak kepolisian agar segera ditindak lanjuti secara hukum” ujarnya kepada awak media di Fakultas Teknik UHO dalam aksi solidaritas KBM Teknik UHO, Rabu, (26/4).
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Poasia, Komisaris Polisi (Kompol) Haeruddin berharap, konflik tersebut tidak meluas dan ingin agar pihak mahasiswa teknik mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut pada pihak kepolisian.
“Untuk saat ini kami sudah mendapatkan identitas pelaku dan masih dalam proses pengejaran” ungkapnya.
Ketujuh korban dalam perampokan tersebut tersebut yaitu, Eris Eko Setiawan (20) yang mengalami luka bacokan senjata tajam dibagian kepala, dan sisanya La Difin (21), Anton (19), Akbar (19), Ronal (19), Anton (19), Intan (19) dan Samson (19) mengalami pemukulan dibagian kepala.
Salah seorang korban, La Difin mengatakan, dia dan keenam temannya diserang tiba-tiba dan tidak bisa berbuat apa-apa sebab mendapatkan ancaman senjata tajam dari para pelaku.
“Barang kami juga diambil, ada laptop 1, HP 1 dan tas ransel dengan uang didalamnya” katanya kepada wartawam Radarsultra. (A)






