Kendari, Radarsultra.co.id – Intensitas hujan yang mengguyur Kota Kendari selama tiga hari, mengakibatkan puluhan rumah warga lorong segar dan pusat pertokoan yang berada ditengah kota tepatnya dijalan Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara terendam banjir. Rabu, (31/05/17)
Banjir yang merendam puluhan rumah warga dan pusat pertokoan tersebut diketahui berasal dari luapan air kali Kadia yang berada didalam lorong Segar, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Salah seorang warga Ahmad (35) mengatakan, dampak lebih besar dirasakan warga akibat luapan kali Kadia tersebut lebih banyak dirasakan oleh ratusan Kepala Keluarga (KK) lorong segar yang rumahnya terkena banjir dengan ketinggian air sampai sepinggang orang dewasa, bahkan sampai melebihi tinggi orang dewasa.
“Kalau rumah saya yang berada tepat didepan dilorong segar ketinggian airnya sepinggang, tapi kalau didalam ketinggian airnya melebihi tinggi orang dewasa, bisa kita liat sendiri akibat banjir ini sudah banyak mengakibatkan kerusakan, dan pertokoan didepan lorong seperti Toko Multi Media dan toko-toko elektronik lainnya juga ikut terendam,” kata Ahmad.

Menanggapi bencana banjir yang melanda kota kendari dibeberapa titik, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sultra, Boy Ihwansyah mengatakan saat ini pihaknya tetap fokus melakukan evakuasi terhadap korban yang menjadi korban akibat banjir tersebut.
“Terkait banjir kali ini kita masih melihat perkembangan, mudah-mudahan cuaca bisa bersahabat kembali, sehingga masa daruratnya tidak akan lama, ada sekitar ratusan rumah yang terendam banjir di Kota Kendari dan untuk lebih jelasnya itu setelah air surut, karena kalau saat ini dengan kondisi hujan yang kurang bersahabat kita belum konsentrasi kesana, karena pihak BPBD masih fokus untuk mengevakuasi dan melakukan penyelamatan jiwa dulu,” kata Boy.
Boy juga menghimbau kepada masyarakat Sulawesi Tenggara yang bertempat tinggal di daerah rawan banjir, agar selalu tetap siap siaga terhadap tanda-tanda bencana, baik itu bencana banjir maupun tanah longsor.
“Himbauan kepada masyarakat, kami telah menyapaikan lewat sosialisasi ataupun media masa, apabila terjadi tanda-tanda akan datangnya banjir atau tanah langsor agar segera mengungsi, dan mengamankan barang-barang berharga serta segera meninggalkan rumah untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa,” Tutupnya. (B)






