1

Dikmudora Kota Kendari Menjadi Sasaran Inspeksi Dadakan BNN

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari kembali melakukan tes Urine dadakan di tubuh Aparatur Sipil Negara (ASN), kali ini Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menjadi sasaran Inspeksi dadakan BNNK tersebut.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kasi P2M) BNN Kota Kendari, Nur Adnan Aga saat ditemui di lokasi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin dari BNN yang fokusnya ke ASN.

1

“Ini termasuk kegiatan rutin kami, sesuai target yang dibebankan kepada kami untuk tahun ini ada 19 lokasi dan itu Instansi pemerintah karena fokusnya kita di ASN,” ujar Nur Adnan, Rabu, (25/10/2017).

Lebih lanjut, Nur Adnan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan ke 19 kalinya yang dilaksanakan oleh BNN Kota Kendari di tahun 2017 ini yang bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dan penyebaran narkoba di tubuh ASN.

BACA JUGA :  Suwandi: ‘’Jangan Menggiring Opini Negatif Terhadap Kinerja KPU’’

“Kalau untuk yang sekarang ini adalah lokasi yang ke 19 untuk tahun ini yang kita laksanakan, jadi memang terkait dengan arahan dari BNN pusat diharapkan tahun 2017-2018 itu ASN bebas dari penyalahgunaan dan penyebaran narkoba,” lanjutnya.

Dalam menjalankan program pemerintah tersebut, Nur Adnan mengakui pihaknya sangat berhati-hati, utamanya saat melakukan koordinasi dengan pihak atau instansi yang hendak dilakukan tes urine.

“Untuk tes Urine itu kita tidak pernah bersurat lebih dulu karena kalau begitu pasti informasinya bocor, selalunya kita kontak satu orang di SKPD tersebut dan itu kepala atau pimpinannya dan koordinasi hanya dengan unsur pimpinan, jadi koordinasinya dengan pimpinan instansi terkait karena tidak mungkin juga kita datang tanpa  koordinasi sebelumnya,” ungkapnya

BACA JUGA :  Tingkatkan Kreativitas Anak dan Guru, PKG Kulisusu Gelar Porseni Antar PAUD
Foto : Emil Rusmawansyah / Radarsultra.co.id

Sekitar 30 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dikmudora Kendari yang mengikuti tes urine pada kesempatan tersebut, 30 sampel urine tersebut dipilih secara acak oleh BNN Kota Kendari.

“Karena keterbatasan alat, jadi satu lokasi itu ada 30 sampel yang kita ambil secara acak, dan untuk hasilnya belum ada, tapi kalaupun hasilnya sudah ada, kami tidak punya kewenangan untuk mempublikasikan, hasilnya kita sampaikan secara langsung kepada pimpinannya,” tukasnya.

Mengenai tindakan yang akan dilakukan oleh BNN Kendari terhadap peserta yang didapati positif menggunakan obat terlarang, Nur Adnan mengatakan pihaknya akan merekomendasikan untuk dilakukan rehabiitasi.

“Kalau ada hasil yang kita dapatkan Positif, kita dorong untuk mendapatkan layanan rehabilitasi, karena memang langsung diarahkan oleh pimpinan untuk dilakukan rehabilitasi,” tutupnya. (b)

1
1