Kendari, Radarsultra.co – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kota Kendari, Jumat (29/5/2026). Kegiatan tersebut digelar di pelataran Kantor Balai Kota Kendari dan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ir. Hugua, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, unsur Forkopimda Provinsi Sultra, serta stakeholder terkait.
Dalam sambutannya, Akhmad Wiyagus mengatakan eskalasi geopolitik global saat ini memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan dan energi. Menurutnya, pemerintah harus terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan stabilitas kebutuhan pokok tetap terjaga.
“Selain isu pemanasan global, cuaca ekstrem, hingga Super El Nino, semua ini tentu mempengaruhi produktivitas dan ketahanan pangan para petani dalam memproduksi komoditas pangan,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah bersyukur karena kondisi ekonomi makro Indonesia masih terjaga dengan baik. Hal itu ditandai dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I tahun 2026 yang mencapai 5,61 persen, serta inflasi nasional berada pada kisaran target pemerintah yakni 2,48 persen.
Khusus Kota Kendari, kata dia, tingkat inflasi juga masih terkendali di angka dua persen. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kendari yang dinilai aktif melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah.
“Ini mungkin yang terbanyak ya, kota yang melaksanakan intervensi dalam bentuk Gerakan Pangan Murah, sudah 200 kali. Luar biasa dan ini gong-nya hari ini,” katanya.
Akhmad Wiyagus juga menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri memberikan perhatian khusus terhadap pengendalian inflasi di daerah. Menurutnya, setiap pekan pemerintah pusat terus memastikan ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Ia menambahkan, ketahanan pangan menjadi salah satu penopang utama ketahanan ekonomi nasional. Saat ini, stok beras di Bulog mencapai 5 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

“Namun hal ini tidak ada artinya jika masyarakat sulit mengaksesnya. Maka pasar murah ini menjadi bagian membuka akses antara Bulog dengan masyarakat agar masyarakat bisa merasakan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Menurutnya, stabilitas ekonomi tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga pelaku usaha.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman dalam laporannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kendari terus menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa merugikan produsen.
“Kami menjaga agar harga tidak terlalu tinggi sehingga masyarakat dapat menjangkaunya, tetapi juga tidak terlalu murah agar produsen dan UMKM tetap bisa tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Gerakan Pangan Murah rutin dilaksanakan di pelataran Balai Kota Kendari dan selalu mendapat antusias tinggi dari masyarakat, termasuk menjelang Hari Raya Iduladha.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini masyarakat dapat berbelanja dengan harga terjangkau dan harga di Kota Kendari tetap stabil,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri juga menyerahkan bantuan sembako bagi korban bencana di Kota Kendari berupa satu rak telur, mi instan, minyak goreng, dan gula pasir 1 kilogram.***






