1

Data Akurat Jadi Fokus BPS Sultra di SE 2026 Mendatang

BPS Sultra
*Plt. Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan.
1

Kendari, Radarsultra.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menekankan pentingnya data akurat dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Hal ini disampaikan Plt. Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan, usai menghadiri kegiatan peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) yang jatuh pada 26 September.

Kurniawan menjelaskan, tema HSN tahun ini, “Data dan Kata Bersatu”, menjadi pengingat bahwa pemahaman masyarakat terhadap data sama pentingnya dengan ketersediaan data itu sendiri.

1

“Data itu sangat penting. Tetapi apabila pemahaman terhadap data tidak benar, maka bisa menimbulkan kesalahpahaman yang menyesatkan,” ujarnya.

Menurutnya, BPS menghasilkan data melalui tahapan yang ketat dan sesuai standar internasional, mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga analisis. Dengan metodologi tersebut, data BPS dapat diperbandingkan dengan negara lain.

BACA JUGA :  BPS Sultra Dorong Kolaborasi Media Sukseskan Sensus Ekonomi

“Proses ini membuat data kita tidak hanya valid di tingkat nasional, tetapi juga kredibel di mata dunia,” jelasnya.

Kurniawan menegaskan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sekali. SE 2026 akan dilaksanakan pada 1–30 Mei 2026 di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Sultra.

“Harapannya, tidak ada satu pun aktivitas ekonomi yang terlewat untuk dicatat, bahkan di daerah-daerah yang terisolasi,” katanya.

Untuk mendukung SE 2026, BPS telah menyiapkan langkah sejak 2024, antara lain melalui kegiatan Statistical Business Register (SBR) yang menyusun direktori usaha dari berbagai sumber kementerian dan lembaga.

“Dengan adanya direktori usaha, kita sudah punya daftar sementara yang menjadi dasar pelaksanaan sensus,” terang Kurniawan.

BACA JUGA :  BPS Konsel Latih Petugas SUPAS 2025, Siapkan Data Pembangunan Nasional

Ia menambahkan, sejak 2025 BPS juga aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami tujuan sensus dan dapat memberikan informasi secara akurat saat petugas datang. “Kami ingin ketika sensus berlangsung, masyarakat sudah siap dan bisa memberikan jawaban apa adanya,” tambahnya.

Selain itu, BPS Sultra terus memberikan literasi data di berbagai forum, termasuk bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

“Dasar dari semua kebijakan adalah data. Karena itu, data yang kami hasilkan benar-benar akuntabel, mulai dari metodologi, pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian,” tegas Kurniawan.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk berpartisipasi aktif dalam SE 2026. “Dengan partisipasi masyarakat, kita bisa menghasilkan data yang berkualitas. Data inilah yang akan menjadi fondasi pembangunan bangsa ke depan,” pungkasnya.

1
1