Kegiatan ini dilakukan di dua titik yaitu Pasar Anduonohu dan Bundaran Mandonga dalam rangka pengawasan sekaligus memastikan keamanan berbagai macam jajanan yang dijual di dua lokasi tersebut.

Koordinator Subtansi Pemeriksaan BPOM di Kendari, Sienny mengungkapkan, ada sebanyak 30 sampel takjil yang diperiksa di masing-masing titik dengan melakukan uji lab langsung dilokasi guna mengecek kandungan dalam jajanan apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak, seperti borax, formalin, rhodamin B, methanil yellow dan bahan berbahaya lainnya yang tidak boleh digunakan dalam makanan.
“Pada saat kami melakukan pengujian, seandainya ditemukan bahan berbahaya dalam jajanan maka akan kami singkirkan dari pelaku usaha serta diberikan peringatan dan himbauan,” ungkapnya saat diwawancarai di Bundaran Mandonga, Minggu, (03/04/2022).

Selain melakukan pemeriksaan bahan makanan, BPOM juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para penjual di sekitar agar tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam produk jualannya.
“Sesuai instruksi pusat, selama bulan puasa kami akan melakukan enam tahap kegiatan untuk pengawasan intens takjil dan pengawasan jajanan pangan olahan di Sulawesi Tenggara,” kata Sienny.






