Kendari, Radarsultra.co.id – Universitas Halu Oleo (UHO) telah mengeluarkan kebijakan baru dengan menerapkan uang pangkal kepada mahasiswa terkhusus untuk calon mahasiswa baru melalui jalur SMMPTN. Wakil Rektor III La Ode Ngkoimani menegaskan, uang pangkal yang diterapkan ditujukan guna membantu majunya program studi di lingkup UHO dan Institusi.
“Uang pangkal ini bertujuan untuk pengembangan dan kemajuan prodi dan institusi yang berada di lingkup Universitas Halu Oleo. Penerapan uang pangkal juga sudah diterapkan beberapa perguruan tinggi lain pada tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan alumni Universitas Halu Oleo La ode Ngkoimani, Rabu (12/7/2017).
Dalam Pasal 8 ayat (1) dalam PERMENRISTEKDIKTI Nomor 39 tahun 2017 tentang biaya kuliah tunggal dan uang kuliah tunggal dijelaskan, PTN dapat memungut uang pangkal dan atau pungutan lain selain UKT dari mahasiswa baru Program Diploma dan Program Sarjana bagi mahasiswa asing, mahasiswa kelas internasional, mahasiswa yang melalui jalur kerja sama, dan mahasiswa yang melalui seleksi jalur mandiri atau SMMPTN.
Kemudian ayat (2) menjelaskan uang pangkal atau pungutan lain selain UKT yang dikenakan kepada mahasiswa baru program diploma dan program sarjana yang melalui seleksi jalur mandiri. Namun tetap mempertimbangkan dan memperhatikan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya.
La Ode Ngkoimani mengatakan, keputusan ini dinilai boleh dan sudah sesuai dengan Peraturan Menristek Dikti Nomor 39 tahun 2017. Dan uang pangkal diterapkan hanya sekali hingga selesai masa kuliahnya.
“Uang pangkal juga diterapkan cuma sekali saja hingga mahasiswa tersebut selesai masa kuliahnya. Nominalnya uang pangkal yang ditetapkan juga berbeda- beda tiap fakultas, karena disesuaikan atas kebutuhan pengembangan kebutuhan prodi yang bersangkutan,” tuturnya.
Ia juga menegaskan penerapan uang pangkal tidak menurunkan animo masyarakat untuk mendaftar dan berkuliah di Universitas Halu Oleo.
“terbukti pendaftar jalur mandiri di Universitas Halu Oleo sudah mencapai 10 ribu lebih sedangkan kuota yang disiapkan hanya sekitar tiga ribu lebih,” tutupnya.
Penjelasan ini menjawab tudingan mahasiswa dalam aksi protes di gedung rektorat kampus, 10 Juli 2017. Mahasiswa menuding UHO melakukan komersialisasi pendidikan.(b)






