Kendari, Radarsultra.co.id – Kebijakan untuk memberlakukan pembayaran uang pangkal bagi mahasiswa baru (Maba) di Universitas Halu Oleo (UHO) telah menurunkan minat masyarakat untuk melanjutkan studinya di Kampus Hijau tersebut.
Berdasarkan informasi yang didapatkan pihak Radarsultra.co.id, dengan penerapan uang pangkal dengan nilai Rp 1 juta hingga Rp 450 juta rupiah tersebut telah menuai berbagai protes dari para mahasiswa UHO dan juga masyarakat maupun orang tua mahasiswa, lebih ironis lagi ada sebagian calon maba yang mengurungkan niatnya untuk melanjutkan studinya di UHO dan lebih memilih untuk pulang kampung dan mencari Universitas lain.
Menanggapi hal tersebut, Humas UHO, Maulid mengaku tidak bisa menjelaskan secara teknis maupun secara kebijakan mengenai isu yang telah beredar tersebut, pihaknya hanya berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi UHO.
“Saya tidak bisa menjelaskan secara teknis, Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran juga bagi UHO bahwa masyarakat itu tidak terlalu respect dengan jumlah yang terlalu tinggi,
Saya juga tidak bisa menjelaskan secara kebijakan karena kebijakan itu adalah menjadi tanggung jawab pimpinan,” ungkap Maulid saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/07/17).
Lebih Lanjut, Maulid menjelaskan, bahwa mengenai penetapan jumlah uang Pangkal di setiap fakultas tersebut sudah ditentukan oleh semua pimpinan UHO dengan argumennya masing masing.
“Yang jelas ini sudah ditentukan berdasarkan unsur dari pimpinan yang ada di UHO, jadi mereka punya argumen tersendiri dan mempunyai pendapat sendiri untuk menentukannya berdasarkan daya tampung, semakin besar daya tampungnya, semakin besar tingkat favoritnya maka semakin tinggi uang pangkalnya,” jelasnya. (B)






