1

Tekan Inflasi Jelang Ramadhan, BI dan Disperindag Sultra Adakan Pasar Murah

Ketgam: Beberapa komoditi yang dijual di pasar murah.
1

Kendari, Radarsultra.co – Menyambut bulan Ramadhan 1444 H, beberapa komoditi pangan dan bahan pokok mulai mengalami kenaikan harga yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi.

Untuk menekan inflasi tersebut, Bank Indonesia bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama menggelar pasar murah jelang Ramadhan.

1

Pasar murah yang digelar di halaman Kantor Disperindag Sultra tersebut melibatkan 13 distributor dan dua BUMN yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat seperti sembako mulai dari beras, minyak goreng, gula, bawang, cabai, telur, terigu dan lain-lain.

BACA JUGA :  Pemkot Kendari Bersama BI Terus Dorong Perluasan Transaksi Non Tunai di Kendari

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Sultra, La Ode Muhammad Fitrah Arsyad berharap, kegiatan pasar murah ini akan dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan mereka menjelang Ramadhan dengan harga yang lebih murah.

Ketgam: Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Sultra, La Ode Muhammad Fitrah Arsyad.

“InsyaAllah selisih harga jauh lebih murah dari pasar, contohnya gula pasir premium disini kita jual 13.500 Rupiah sedangkan di pasar sudah diharga 15000 Rupiah sampai 17000 Rupiah untuk yang premium,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi pasar murah, Senin, (13/3/2023).

Pasar murah ini lanjut Arsyad masih merupakan kegiatan tahap satu yang digelar selama satu minggu mulai 13 sampai 21 Maret 2023 dan rencananya akan kembali digelar untuk tahap dua pada 27 sampai 31 Maret 2023.

BACA JUGA :  Meet Up Bersama Media di Sultra, LPS Perkenalkan Peran dan Fungsinya

“Untuk jamnya mulai pukul 09.00 Wita hingga 15.00 Wita,” jelasnya.

Ditempat yang sama, salah seorang warga yang berbelanja di pasar murah, Irmayanti mengungkapkan, dirinya sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini, sebab harga barang yang dijual jauh lebih rendah dibandingkan harga dipasar.

“Jadi lebihnya uang bisa kita pakai lagi buat kebutuhan yang lain,” ungkapnya.

1
1