Kendari, Radarsultra.co.id – Anggota Komisi V (Lima) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akan berkunjung ke Desa Pelosika, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk melihat lokasi pembangunan mega proyek bendungan Pelosika yang sebelumnya sudah masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) namun akhirnya dibatalkan oleh pemerintah.
Hal tersebut diungkapkan oleh anggota komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Sultra, Ridwan Bae. Dikatakannya, selain untuk melihat lokasi pembangunan bendungan tersebut, pihaknya juga akan mendengarkan informasi terkait pembangunan bendungan Pelosika langsung dari masyarakat setempat.
“Komisi V DPR RI ingin melihat dan mendengarkan informasi masyarakat terkait pembangunan Bendungan Pelosika. Sebagai wakil rakyat dari Sultra, tentu ingin mendengarkan masukan masyarakat, pemerintah daerah dan pemerhati, ” kata Ridwan via telepon seluller, Senin (4/6).
Rencananya, Komisi V DPR RI akan berkunjung ke Sultra pada tanggal 7 sampai 9 Juni 2018 mendatang. Tidak hanya untuk melihat lokasi Bendungan Pelosika, kedatangan anggota komisi V DPR RI juga akan melihat kondisi infrastruktur di wiayah Sultra lainnya.
Untuk diketahui, Rencana pembangunan Bendungan Pelosika, nantinya akan bermanfaat sebagai sumber air irigasi, sumber air bersih, dan sumber listrik berkapasitas 2×10 MW. Khusus untuk irigasi, bendungan tersebut akan mampu mengairi persawahan di Kabupaten Konawe, sebagian wilayah Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Konawe Utara, bahkan Konawe Selatan.
Meski pemerintah membatalkan, namun beredar informasi bahwa rencana pembangunan bendungan tetap berlanjut. Sumber anggarannya berasal pinjaman dari Negara China. Proses pembebasan lahan yang kuasai masyarakat sementara berjalan.
Lahan warga itu nantinya akan menjadi genangan air Bendungan Pelosika yang luasannya mencapai ratusan hektar. Tidak adanya informasi detail mengenai hal ini, sehingga memunculkan kesimpang siuran berita di publik. (B)






