1

Prihatin Kekerasan Remaja, Kadis Pendidikan Sultra Minta Masyarakat Bijak Terima Informasi

Ketgam: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Aris Badara. Dok/Emil R
1

Kendari, Radarsultra.co – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Aris Badara, menyampaikan keprihatinannya atas adanya kasus kekerasan yang melibatkan remaja, termasuk dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar SMA di Kota Kendari pada Minggu (17/8/2025).

Prof. Aris menegaskan bahwa tindakan penganiayaan tidak dapat dibenarkan dan pelaku harus bertanggung jawab di hadapan hukum.

1

Menurutnya, proses hukum yang ditempuh keluarga korban dengan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian merupakan langkah yang sah untuk menegakkan keadilan.

BACA JUGA :  Dikbud Kawal Pengembalian Dana Partisipasi di SMKN 4

“Pelaku penganiayaan harus diproses sesuai aturan yang berlaku. Namun, yang terpenting, para pelajar jangan sampai mudah terprovokasi sebelum fakta peristiwa ini benar-benar jelas,” ujar Prof. Aris.

Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.

Menurutnya, di era digital saat ini, banyak kabar yang tersebar tanpa kejelasan sumber, sehingga rawan menimbulkan kesalahpahaman dan memperkeruh keadaan.

“Waspada dan jangan terprovokasi. Informasi dari berbagai sarana harus diuji kebenarannya agar tidak menimbulkan masalah baru,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Polda Sultra Fasilitasi Penyelesaian Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra juga berkomitmen untuk bersinergi dengan berbagai pihak guna mengidentifikasi akar permasalahan.

Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan korban tengah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Kota Kendari.

Prof. Aris kembali menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif, serta mengajak seluruh pelajar di Kota Kendari dan Sultra pada umumnya untuk tetap fokus pada kegiatan positif, menjauhi kekerasan, dan menjaga persatuan.***

1
1