Kendari, Radarsultra.co – Sekolah-sekolah menengah atas negeri yang selama ini belum mendapat predikat unggulan di Sulawesi Tenggara mulai didorong untuk bangkit dan berbenah diri.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra menekankan pentingnya peran kepala sekolah dan guru dalam menciptakan nilai-nilai keunggulan di setiap sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, menyoroti masih kuatnya persepsi masyarakat yang hanya memfavoritkan satu atau dua sekolah tertentu di tiap kabupaten/kota.
Hal ini memicu penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah tersebut, sementara sekolah lainnya kurang diminati meski punya potensi besar.
“Persepsi calon siswa dan orang tua bahwa SMA 4 Kendari dan SMA 1 Kendari unggul segalanya. Stigma yang tidak terbendung setiap suasana penerimaan siswa baru,” kata Aris.
Ia mengimbau agar kondisi ini dijadikan motivasi bagi sekolah lain untuk menunjukkan kualitas dan inovasi mereka.
“Seorang kepala sekolah harus menjadi leader yang handal. Guru-guru pun harus memiliki semangat yang sama dalam rangka memajukan sekolah tempat mengajar,” tegasnya.
Prof. Aris menjelaskan bahwa semua kabupaten/kota di Sultra sejatinya sudah memiliki sekolah terbaik.
Namun jumlah sekolah unggulan tetap perlu ditambah agar tidak terjadi konsentrasi pendaftar di sekolah tertentu saja.
“Semua kabupaten/kota sudah memiliki SMA unggulan atau sekolah terbaik. Jumlah sekolah unggulan harus ditingkatkan untuk mengurai penumpukan minat di satu sekolah atau dua sekolah,” ujarnya.
Beberapa sekolah pun mulai menunjukkan hasil dari proses pembenahan. Kepala SMA Negeri 6 Kendari, Idham, mengatakan sekolahnya terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun, termasuk dalam hal prestasi masuk perguruan tinggi negeri.
“Jumlah siswa/siswi yang bebas tes masuk perguruan tinggi negeri terus meningkat. Perguruan tinggi yang disasar juga makin bervariasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Kendari, Liyu, menilai bahwa kunci utama mempertahankan predikat sekolah unggulan terletak pada inovasi berkelanjutan dan komitmen semua pihak di sekolah.
“Brand SMA 4 Kendari terjaga sejak berdiri tahun 80-an hingga sekarang. Dari rezim ke rezim pimpinan SMA 4 Kendari bertanggung jawab mempertahankan nama besar sekolah ini,” tutur Liyu.
Ia menambahkan bahwa keberadaan sarana prasarana serta dedikasi guru dan siswa sangat menentukan kualitas pembelajaran.**






