Kendari, Radarsultra.co.id – Saat hendak menghadiri agenda debat kandidat Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) putaran kedua, anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, Ade Suhaerani (Ketua KPU Kendari) sempat tertahan di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Sultra.

Ade Suhaerani yang menggunakan mobil Suzuki APV berwarna Silver bersama seorang anggota komisioner lainnya ditahan karena hanya membawa 1 (Satu) undangan saja, sedangkan anggota komisioner yang berada di dalam mobil bersama ketua KPU Kendari tersebut tidak membawa undangan ataupun ID Card.
Atas kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP. Harry Goldenhart mengatakan hal itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan pihak kepolisian dalam menjalankan tugas, untuk menjaga kondisi debat kandidat putaran kedua ini agar tetap kondusif.
“Kita hanya menjalankan arahan dari KPU, yang boleh masuk hanya yang memiliki ID Card dan undangan khusus dari KPU, itu sesuai SOP pengamanan debat kandidat kali ini,” kata AKBP. Harry, Minggu malam (6/5/18).
Lanjut, AKBP. Harry, untuk pengamanan pelaksanaan debat kandidat Paslon Cagub dan Cawagub Sultra kali ini mengerahkan sebanyak 985 personil gabungan yakni TNI- Polri dan beberapa personil Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP).
“Dari Polri mengerahkan 985 personil yang terbagi dari 600 personil Polda Sultra maupun Polres Kendari, kemudian ditambah perkuatan dari TNI sebanyak 150 personil, disamping itu juga mendapatkan pengamanan dari Sat Pol PP,” lanjutnya.
Adapun konsep pengamanan pada pelaksanaan debat putaran kedua ini kata AKBP. Harry masih sama dengan konsep pengamanan putaran pertama, dimana pengamanan dibagi menjadi 3 (Tiga) ring.
“Konsep pengamanan, kita buat terbagi dalam 3, yakni ring ke 3 itu berada di paling luar, kemudian berada di pos Satpol PP, kemudian berada di gedung ini dimana debat kandidat Cagub berlangsung,” jelasnya. (B)






