Kendari, Radarsultra.co.id – Kegiatan pasar murah yang dilakukan di 10 kecamatan kota Kendari, rutin diselenggarakan guna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Kendari saat Ramadan dan menjelang idul fitri, untuk hari ketujuh pasar murah dilaksanakan di Kecamatan Kambu, tepatnya di kantor kecamatan Kambu, sebanyak 200 kupon diberikan untuk warga setempat, Selasa (13/6/2017).

Pasar murah tersebut terdapat berbagai macam bahan pokok kebutuhan pangan rumah tangga yang diperdagangkan seperti Sembilan bahan pokok (sembako), dan makanan makanan instan seperti mie instan, minuman sirup dan berbagai macam bahan pangan lainnya.
Selain sembako, terdapat pula kebutuhan rumah tangga lainnya seperti gas berukuran tiga kilo gram yang dijual dengan harga grosir yakni Rp 17 ribu per tabungnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Alamsyah Lotunani yang ditemui saat sedang berkunjung kepasar murah tersebut mengatakan bahwa kegiatan pasar murah tersebut merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah kota (Pemkot) yang berasal dari gagasan Wali Kota Kendari.
“Pasar murah ini adalah program rutin bapak wali kota sejak beliau dilantik tentu saja tujuannya untuk membantu warga kita yang kategori tidak mampu untuk meringankan beban untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumsinya terutama dalam menghadapi Idul fitri, ditiap tahun kita laksanakan dalam bulan suci Ramadan,” kata Alamsyah, Selasa (13/6/2017).
Pelaksanaan pasar murah itu sendiri dilaksanakan selama bulan suci Ramadan ini di sepuluh kecamatan di kota Kendari.
“Pasar murah ini dilaksanakan di 10 kecamatan, walaupun sekarang ada 11 kecamatan namun untuk kecamatan di Poasia dengan Abeli kita satukan, karena biasanya di bulan suci Ramadan ini tentu permintaan barang konsumsi bagi warga meningkat, kemudian suplaynya juga terbatas tentu harganya akan meningkat dan sekarang bagaimana pemkot mengantisipasi warga masyarakat supaya dia mempunyai kemampuan membeli barang dengan jumlah tertentu, maka pemkot laksanakan pasar murah,” ungkapnya.
Selain memperdagangkan bahan pangan dengan harga murah, pemerintah juga telah menyediakan 200 kupon subsidi untuk diserahkan kepada masyarakat yang dianggap kurang mampu.
“Disamping itu pemerintah kota juga menyiapkan kupon yang disubsidi untuk masyarakat kita dengan kategori tidak mampu, untuk kecamatan kambu ini kurang lebih 200 kupon yang kita bagikan untuk masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Alamsyah mengatakan setiap barang yang diperdagangkan di pasar murah tersebut dijual dengan harga distributor yang memiliki perbedaan harga sekitar 1000 hingga 1500 rupiah dari harga yang diperdagangkan di pasar-pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan lainnya.
“Ini harga berdasarkan harga distributor, jadi perbedaan antara harga pasar dengan di sini berkisar antara 1000 sampai 1500 jadi cukup membantu masyarakat,” tutupnya.






