Kendari, Radarsultra.co.id – Walikota Kendari memasang bilboard di beberapa titik poros bypass dengan tagline membangun Kota Kendari tanpa mengutang dibantah Kepala Dinas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (P2RD) Nahwa Umar sebagai tagline biasa.
“Pembangunan Kota Kendari hingga akhir periode Pak Asrun sebagai Walikota Kendari memang tidak menyisahkan utang, jadi itu bukan sekedar tagline atau semboyan biasa tetapi faktanya memang benar,” ujar Nahwa saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/6/2017).
Sementara itu, sambung dia, saat Walikota Kendari Asrun baru menduduki jabatannya, utang Kota Kendari sangat banyak, tetapi saat ini semua sudah dilunasi mulai dari utang PDAM, pembangunan pasar purirano hingga terminal yang saat ini tidak jadi digunakan.
“Program-program Kota Kendari dibangun dengan multi years. Diawal kepemimpinan Walikota membangun pasar sentral, dengan pengelolaan keuangan yang baik kemudian tahun ketiga sudah kembali modal, kemudian membangun rumah sakit umum daerah (RSUD), semua bertahap hingga pembangunan pasar sentral wua-wua,” kata Nahwa.
Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik dari pendapatan asli daerah (PAD), Kota Kendari menjadi satu-satunya di Provinsi Sultra yang mendapatkan penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) murni dari Kementrian.
“Hanya satu-satunya Kota Kendari yang mendapat WTP murni karena pengelolaan keuangannya diperiksa oleh konsultan akuntan publik yang ditunjuk langsung BPK, sementara yang diusulkan ada dua, tetapi Kota Kendari saja yang diperiksa,” jelasnya.
Prestasi pembangunan Kota Kendari membuahkan hasil keuntungan dua kali lipat. Pengelolaan keuangan yang baik, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tepat waktu hingga PAD yang meningkat, menjadikan Kota Kendari mendapatkan reward dari kementrian.**






