Konawe Selatan, Radarsultra.co – Tim dosen Universitas Halu Oleo (UHO) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, yang berfokus pada dua aspek penting pembangunan desa: penguatan tata kelola Dana Desa dan pemberdayaan kewirausahaan masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian dosen lintas fakultas UHO dengan tema “Strategi Penguatan Kapasitas Aparatur Desa dan Masyarakat dalam Tata Kelola Dana Desa untuk Ketahanan Keberlanjutan”. Kegiatan utama difokuskan pada peningkatan kapasitas aparatur desa melalui kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sedangkan kegiatan kedua berupa sosialisasi kewirausahaan yang melibatkan langsung penduduk Desa Konda Satu.
Tim pelaksana terdiri atas Safaruddin, S.E., M.S.A., Ak., CA (Ketua Tim), Dr. Intihanah, S.E., M.Si., QIA, Dr. Emillia Nurdin, S.E., M.Si., CTT, CRA, CRP, Dr. Tuti Dharmawati, S.E., M.Si., Ak., QIA, CA, ACPA, CRMP, CMA, Andi Muhammad Fuad Ramadhan Basru, S.E., M.Acc., Ak, La Ode Muhammad Saum Fasihu, S.Ak., M.Ak, dan Muhammad Zaikin, S.Ak., M.Ak.
Kerja Sama UHO dan BPKP Tingkatkan Akuntabilitas Keuangan Desa
Kegiatan utama diisi dengan seminar lokal dan diskusi interaktif di Balai Desa Konda Satu, menghadirkan narasumber dari BPKP yang berkompeten di bidang pengawasan dan tata kelola keuangan desa. Materi mencakup penguatan sistem pelaporan, transparansi penggunaan Dana Desa, serta praktik akuntabilitas publik di tingkat pemerintahan desa.
Peserta yang terdiri dari aparatur desa, anggota BPD, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok pemuda dan perempuan mengikuti kegiatan dengan antusias. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta menyatakan pelatihan ini bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan mereka.
Ketua Tim, Safaruddin, S.E., M.S.A., Ak., CA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret perguruan tinggi dalam mendukung tata kelola desa yang bersih dan berkelanjutan. “Banyak perangkat desa masih belum memahami regulasi terbaru dan penggunaan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan setiap dana publik dikelola secara tertib dan transparan,” ujarnya.
Kepala Desa Konda Satu turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi UHO dan BPKP sangat membantu pemerintah desa dalam memahami aturan baru serta meningkatkan keterampilan administrasi keuangan.

Sosialisasi Kewirausahaan untuk Penduduk Desa
Selain fokus pada tata kelola Dana Desa, tim dosen UHO juga mengadakan sosialisasi kewirausahaan bagi masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat wirausaha serta membantu penduduk desa mengenali potensi ekonomi lokal, seperti produk pertanian, olahan rumah tangga, dan usaha mikro yang bisa dikembangkan.
Dalam sesi ini, masyarakat diberikan materi mengenai pengelolaan usaha kecil, strategi pemasaran sederhana, serta pentingnya inovasi produk lokal. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan dan peluang usaha di wilayah pedesaan, terutama pascapandemi.
Menurut Dr. Intihanah, S.E., M.Si., QIA, kegiatan sosialisasi ini penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa. “Pengelolaan Dana Desa yang baik perlu diiringi dengan kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, pelatihan kewirausahaan menjadi pelengkap dari kegiatan utama,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Tuti Dharmawati, S.E., M.Si., Ak., QIA, CA, ACPA, CRMP, CMA, menambahkan bahwa pelatihan ini juga memberikan bekal bagi warga untuk memanfaatkan potensi sumber daya lokal. “Kami ingin masyarakat berani berinovasi dan mengembangkan produk unggulan desa, sehingga ekonomi lokal ikut tumbuh,” ujarnya.

Dampak dan Rencana Keberlanjutan
Berdasarkan hasil observasi, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman aparatur dan masyarakat terhadap prinsip good governance dan kemandirian ekonomi desa. Para peserta juga menyusun rencana tindak lanjut (RTL) yang mencakup penguatan administrasi keuangan serta pembentukan kelompok wirausaha desa binaan.
Melalui sinergi antara LPPM Universitas Halu Oleo, BPKP, dan Pemerintah Desa Konda Satu, kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian berkelanjutan bagi desa-desa lain di Kabupaten Konawe Selatan.
Tujuannya jelas: mewujudkan tata kelola Dana Desa yang transparan dan akuntabel, sekaligus mendorong masyarakat desa menjadi lebih mandiri secara ekonomi.






