Kendari, Radarsultra.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 guna memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Senin (05/05/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Clean Money Policy Bank Indonesia yang difokuskan di Kabupaten Wakatobi. Selain menghadirkan layanan kas keliling untuk penukaran uang, ERB 2026 juga dirangkaikan dengan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, Open Ship Experience bagi pelajar, hingga kegiatan sosial bagi masyarakat.
Kabupaten Wakatobi dipilih karena memiliki karakteristik wilayah kepulauan strategis dengan luas kawasan mencapai 1,39 juta hektare serta kekayaan bawah laut yang diakui dunia. Kawasan tersebut juga telah ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfer dunia sejak 2012 dan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Prioritas berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.
“Keberadaan Rupiah di wilayah kepulauan tidak hanya mendukung kelancaran transaksi ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan negara yang harus terus dijaga di seluruh wilayah NKRI,” demikian disampaikan dalam siaran pers Bank Indonesia Sulawesi Tenggara.
Dalam pelaksanaan ERB 2026, Bank Indonesia menggunakan KRI Pulau Rimau 724 untuk menjangkau lima pulau di Kabupaten Wakatobi, yakni Pulau Wangi-Wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, Pulau Binongko, dan Pulau Runduma. Kegiatan berlangsung pada 5 hingga 11 Mei 2026.
Bank Indonesia juga menyiapkan modal kerja sebesar Rp20 miliar untuk diedarkan kepada masyarakat. Penyediaan uang layak edar tersebut diharapkan dapat menggantikan uang tidak layak edar sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat bahwa Rupiah merupakan satu-satunya alat pembayaran sah di Indonesia.
Selain layanan penukaran uang, BI Sultra bersama Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas Wangi-Wangi, dan Puskesmas Tomia turut menggelar pemeriksaan kesehatan gratis serta sunatan massal bagi masyarakat setempat.
Bank Indonesia Sulawesi Tenggara mencatat indeks Awareness Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah pada tahun 2025 mencapai 84,90 atau berada dalam kategori baik. Angka tersebut melampaui indeks nasional sebesar 77,74 dan menjadi yang tertinggi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Ke depan, BI Sultra bersama TNI AL dan para pemangku kepentingan lainnya akan terus memperkuat sinergi guna memastikan distribusi uang Rupiah layak edar tetap terjaga, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi masyarakat dan memperkuat kedaulatan negara.






