1

Kisah Aiptu Sisran, Polisi yang Bawa Air Bersih ke Kampung Tanjung Lemo

Aiptu Sisran, Polisi yang Bawa Air Bersih ke Kampung Tanjung Lemo
1

Konawe Selatan, Radarsultra.co – Kampung Tanjung Lemo, sebuah desa kecil di pesisir Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan air bersih.

Warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, terpaksa menempuh perjalanan lebih dari satu kilometer menggunakan sampan untuk mendapatkan air bersih dari sumber di seberang tanjung.

1

Namun, kondisi itu kini berubah berkat inisiatif seorang anggota kepolisian, Aiptu Sisran.

Aiptu Sisran (43), yang bertugas sebagai Ps Kanit Propam Polsek Laonti, tergerak setelah melihat langsung kesulitan warga dalam mendapatkan air bersih.

Pengalamannya bermula ketika sedang berpatroli di wilayahnya. Ia singgah di kampung tersebut untuk berwudu, namun baru menyadari bahwa air bersih hanya bisa diperoleh dengan naik perahu.

“Waktu saya patroli di wilayah Polsek Laonti, saya singgah di ujung kampung, Tanjung Lemo. Saya mau berwudu, ternyata pengambilan air harus naik perahu lagi. Saya jadi berpikir, bagaimana warga bisa bertahan dengan kondisi seperti ini?” ujar Aiptu Sisran, Rabu, (19/2/2025).

Keesokan harinya, ia memutuskan bermalam di rumah warga. Dalam obrolan, ia mendengar langsung keluhan warga soal kesulitan air bersih, terutama saat musim angin barat.

BACA JUGA :  Wakapolda Sultra Tinjau Pengamanan Nataru di Bombana, Pastikan Kesiapsiagaan Personel Gabungan

“Kalau angin barat datang, bisa sampai seminggu kami tidak bisa ambil air. Ombaknya tinggi, perahu bisa terbalik. Kalau sudah begitu, kami hanya bisa pasrah,” kata Mursalim (45), seorang warga setempat.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Aiptu Sisran mengambil langkah konkret. Dengan dana pribadinya, ia mulai memasang instalasi pipa air bersih.

Tantangan besar dihadapi karena mata air berada jauh di puncak gunung, sehingga pipa harus dipasang dengan jalur yang menanjak dan sulit.

Namun, ia tidak bekerja sendiri. Bersama warga, ia ikut memikul material ke atas gunung dan memastikan pipa terpasang dengan baik.

“Beliau sendiri yang memikul semen ke atas gunung, sementara warga lain membawa pasir. Jaraknya jauh dan menanjak, tapi beliau tetap ikut bekerja,” ungkap Mursalim.

Hasil kerja keras ini terbayar. Kini, warga Kampung Tanjung Lemo tak lagi harus naik perahu demi mendapatkan air bersih. Mereka bisa menikmati air bersih langsung di depan rumah.

BACA JUGA :  Bupati Konawe Selatan Dukung Penuh Pembangunan dan Peluncuran Sekolah Garuda di Lebo Jaya

“Alhamdulillah, sudah masuk tahun kedua musim angin barat, kami tidak perlu lagi pergi jauh mengambil air. Air sekarang sudah ada di depan rumah,” tambah Mursalim.

Aksi nyata Aiptu Sisran tak hanya mengubah kehidupan warga, tetapi juga menginspirasi banyak orang.

Atas dedikasinya, ia diusulkan sebagai salah satu nominasi Hoegeng Awards 2025, penghargaan untuk anggota kepolisian yang berdedikasi bagi masyarakat.

Namun, bagi Aiptu Sisran, penghargaan bukan tujuan utama. Ia hanya ingin memastikan warga di wilayah tugasnya memiliki kehidupan yang lebih layak.

“Saya cek semua sampai di gunung, saya hitung-hitung, dan saya janji akan bantu. Saya ingin warga di sini punya akses air bersih tanpa harus mempertaruhkan nyawa,” tutur Aiptu Sisran.

Bagi warga Kampung Tanjung Lemo, Aiptu Sisran lebih dari sekadar polisi. Ia adalah harapan, bukti nyata bahwa kepedulian dan tindakan kecil dapat membawa perubahan besar bagi kehidupan banyak orang.*

1
1