Kendari, radarsultra.co – Penantian panjang selama tiga dekade akhirnya terbayar. Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali dipercaya menjadi tuan rumah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Tingkat Nasional XXVIII Tahun 2025, sebuah momentum bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Anoa.
Launching resmi STQH digelar di salah satu hotel ternama Kota Kendari, Selasa (9/9/2025), dengan suasana khidmat diawali tarian empat etnis besar di Sultra serta lantunan merdu Qori’ah Internasional Hj. Hasbiah, S.Pd. Acara ini dihadiri wakil gubernur Ir. Hugua, perwakilan dari Kementerian Agama, LPTQ se-Indonesia, BAZNAS, hingga seluruh bupati dan wali kota se-Sultra.
Di antara kepala daerah yang hadir, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menegaskan komitmennya mendukung penuh suksesnya hajatan akbar ini, baik dari sisi pelaksanaan maupun prestasi.
“Konawe Selatan adalah bagian yang tak terpisahkan dari Sulawesi Tenggara. Kami siap menyambut dan mensukseskan STQH Nasional karena moment ini menjadi momentum memperkuat kecintaan kita pada Al-Qur’an dan mempererat persaudaraan umat,” ujar Bupati Irham Kalenggo dengan penuh semangat.
Ketua Panitia STQH Nasional, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, menjelaskan, butuh waktu 33 tahun hingga Sultra kembali mendapat giliran menjadi tuan rumah. Ia menyampaikan seluruh sarana pendukung lomba telah dipersiapkan, mulai dari aula Inspektorat, BPMP Sultra, Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, hingga IAIN Kendari.
“InsyaAllah, kegiatan ini akan dibuka Presiden RI pada 11 Oktober 2025 dan ditutup Wakil Presiden pada 18 Oktober 2025. Seluruh cabang lomba akan berlangsung enam hari, mulai 12 hingga 17 Oktober. Selain itu, akan ada pawai ta’aruf kendaraan hias dan pameran sebagai bentuk syiar Islam yang semarak,” ungkapnya.
Jumlah kafilah diperkirakan mencapai 3.282 orang dari seluruh Indonesia. Untuk itu, seluruh kamar hotel di Kendari dengan kapasitas 5.892 orang sudah dipesan penuh. Panitia juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk menambah jadwal penerbangan karena penerbangan reguler tak akan mampu menampung lonjakan tamu.
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Prof. Dr. Asep Sunandar, M.AP, Asisten Deputi Bidang Bina Keagamaan, menilai Sultra adalah provinsi yang aman, damai, dan rukun sehingga layak menjadi tuan rumah.
“Kesiapan Sulawesi Tenggara sudah terlihat jelas. Ini adalah provinsi yang mampu menghadirkan kerukunan umat dan semangat religius yang meneduhkan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama RI, Dr. KH. Ahmad Zayadi, M.Pd, menekankan pentingnya syiar Al-Qur’an untuk generasi muda.
“Nilai-nilai Al-Qur’an harus ditanamkan sejak dini, dari anak-anak hingga generasi kini, agar menjadi landasan moral bangsa di tengah arus modernisasi,” pesannya.
Gubernur Sultra melalui Wakil Gubernur Ir. Hugua dalam sambutannya menyampaikan tema besar STQH, yaitu “Dengan Syiar Al-Qur’an dan Hadits, Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan.”
“Kita berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan Hadits, mewujudkan masyarakat religius, harmonis, toleran, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah,” tuturnya.
Launching STQH ditutup dengan prosesi peresmian penekanan tombol sirine secara besamaan oleh Wakil Gubernur Sultra, Dirjen Penerangan Agama Islam, serta perwakilan Kemenko PMK, lalu diakhiri dengan foto bersama yang penuh kehangatan.
Sulawesi Tenggara kini tak terkecuali kabupaten Konawe Selatan bersiap menyambut tamu dan menjadi panggung syiar Islam tingkat nasional, menghadirkan semangat religius, persaudaraan, dan kebanggaan yang akan dikenang dalam sejarah perjalanan bangsa.






