Kendari, Radarsultra.co.id – Gelar Doktor merupakan suatu kebanggaan bagi seseorang, tak terkecuali bagi Hidrawati istri Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hamiruddin Udu. Ia berhasil meraih predikat Doktor terbaik di Universitas Halu Oleo (UHO) pada Jurusan Ilmu Pertanian.
“Predikat ini tidak saya raih sendiri, tetapi berkat dukungan semua pihak baik itu keluarga dan Civitas Akademika Universitas Halu Oleo sendiri. Dengan meraih IPK 3,89 tentunya dengan prinsip yang teguh menjalankan komitmen hidup. Alhamdulillah Disertasi saya raih nilai 94 sebagai Cum Laude,” kata Hidrawati, Selasa (29/8/2017).
Lanjutnya, ia mengatakan Disertasi yang dilakukan yakni di Pulau Binongko tentang motivasi dan strategi adaptasi sistem pertanian pada masyarakat pulau kecil.
“Selama melakukan disertasi di Pulau Binongko, tentunya cukup menantang. Selama dua tahun saya melakukan disertasi di Pulau kecil tersebut, tetapi tidak tinggal menetap namun mondar mandir menghadapi ombak besarnya,” kisahnya.
Hidrawati dalam kesempatan yang sama berpesan kepada perempuan-perempuan untuk tidak berputus asa walaupun memiliki keluarga. Namun tetap dapat mengatur waktu dengan baik.
“Yang terpenting adalah target dalam hidup, setiap jam, hari, bulan, dan tahun harus memiliki sebuah perencanaan. Sebagai seorang perempuan meskipun punya tanggung jawab dan anak, tetap maju membuktikan bahwa kita perempuan juga bisa meraih sesuatu yang membanggakan,” jelas Ibu dua anak ini dengan suasana haru.
Sementara itu, Hamiruddin Udu yang juga turut mendampingi Istrinya saat wisuda mengatakan capaian tersebut merupakan suatu kebanggaan untuk kesekian kalinya.
“Perempuan ini, memang orang yang berprestasi, sebab saat studi S1 dan S2-nya juga menyandang predikat terbaik. Yang terpenting bagaimana ilmu yang telah diraih dapat dimanfaatkan dan memberikan kontribusi bagi bangsa, sebab masih membutuhkan orang-orang yang berkualitas dan dapat membangun bangsa,” ungkap Hamirudin.
Ketua Bawaslu Sultra ini juga berbagi pengalaman sebagai pendamping Hidrawati, ia selalu memenuhi kebutuhan sang istri terkait pendidikan dan ruang yang banyak untuk membantu Hidrawati.
“Dia (Hidrawati) memiliki jadwal yang benar-benar konstisten, membagi waktu diantara keluarga dan pendidikannya. Bahkan saya pun belajar dari dia bahwa hidup harus benar-benar tertata sesuai perencanaan dan semangat untuk mencapai target,” tutupnya.(b)






