Kendari, Radarsultra.co.id – Selain dianggap sebagai barang rongsokan, limbah medis dianggap sebagai sampah berbahaya yang telah terkontaminasi dengan berbagai zat kimia obat-obatan dan juga bakteri dari Rumah Sakit (RS).
Namun tidak dengan Evi Apriani seorang Perawat yang bertugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut telah menepis pandangan negatif tentang limbah medis yang selama ini hanya dipandang sebelah mata.

Limbah medis yang dimaksud tentunya bukanlah limbah medis berbahaya yang telah terkontaminasi dengan berbagai penyakit, namun limbah yang dimaksud yaitu berupa sisa-sisa kemasan obat seperti botol-botol obat injeksi, obat syrup serta sendok-sendok sisa obat-obatan.

Di tangan Evi, limbah-limbah medis tersebut disulap menjadi hiasan pernak-pernik cantik seperti gantungan kunci dan hiasan meja dengan tema ‘Flowers in Bottle’.
Kepada Radarsultra.co.id, Evi mengatakan, ide tersebut berawal dari rasa penasaran terhadap sisa botol obat-obatan yang dianggapnya unik hingga melahirkan ide kreatifnya untuk memafaatkan keunikan botol-botol tersebut menjadi koleksi menarik dan kini sudah banyak terpajang di rumahnya.
“Saya kebetulan juga hobby dalam membuat pernak – pernik. Tetapi ini hal terbaru menurut saya karena terbuat dari bekas alat – alat medis,” ungkap Evi, Minggu (3/11/2017).

Berangkat dari hal itu, Evi mengumpulkan limbah-limbah medis tersebut seorang diri untuk dibawa pulang kerumahnya dan mulai mengerjakannya pada saat senggang untuk mengisi waktu luangnya.
“Saat sedang dinas pada jam istirahat saya mengumpulkan benda-benda itu, lalu saya bawa pulang. Disaat sedang senggang, saya mengisi waktu dengan membuat hiasan dari bahan-bahan yang saya sudah kumpulkan itu,” lanjutnya.

Sambil memperlihatkan hasil karyanya Evi juga mengatakan, tema ‘flowers in bottles’ diangkatnya berdasarkan bahan dasar pernak-pernik tersebut yang terdiri dari perpaduan antara botol bekas dan rangkaian bunga yang menurutnya hiasan tersebut paling cocok ditempatkan pada meja hias baik di ruang tamu maupun dalam ruangan kamar tidur.
“Kalau hasil pernak – pernik yang sudah saya buat, sebagian besar terpajang di meja hias ruang kamar tidur. Namun hiasan ini sebenarnya bebas dipajang dimana saja tergantung struktur ruangan tersebut saja,”ujarnya.

Untuk diketahui, Kegemaran Evi dalam membuat hiasan pernak-pernik dari limbah medis, sudah dijalaninya sejak Tahun 2016, adapun hasil karyanya telah banyak dikoleksi yang kini terpajang disebagian ruangan dirumahnya. (B)






