1

Gubernur Sultra Siap Tanggung Biaya Pengobatan Warga Tak Mampu

*Istimewa.
1

Kendari, Radarsultra.co – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menunjukkan kepemimpinan yang berorientasi pada kemanusiaan dengan menegaskan bahwa seluruh masyarakat Sultra, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Bahkan, ia menyatakan siap menanggung biaya pengobatan masyarakat miskin dari dana pribadinya jika mereka tidak memiliki akses terhadap jaminan kesehatan.

“Jika ada warga yang sakit tapi tak mampu membayar, saya yang akan tanggung. Tidak boleh ada satu pun warga Sultra yang tak mendapatkan layanan kesehatan karena keterbatasan finansial,” tegasnya dalam pernyataan pada Senin (26/5/2025).

1

Langkah tersebut menuai respons haru dari berbagai pihak, termasuk Plh Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr. Asridah. Ia menyebut bahwa kebijakan gubernur mencerminkan kepemimpinan yang mengedepankan nurani dan kepedulian sosial.

BACA JUGA :  Satlantas Polres Kendari Alihkan Jalur Lalulintas Menjelang Tahun Baru 2018

“Saya merinding mendengar komitmen beliau. Gaya kepemimpinannya luar biasa. Ini bukan sekadar janji politik, tapi bentuk nyata kepedulian yang telah beliau tunjukkan bahkan sebelum menjabat,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut atas arahan gubernur, Pemerintah Provinsi Sultra kini tengah menyiapkan kartu layanan kesehatan khusus bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional seperti BPJS atau KIS. Kartu ini dirancang untuk mempermudah masyarakat miskin mengakses layanan medis tanpa harus terbebani biaya.

“Skemanya sedang dirancang. Pemerintah juga menyiapkan anggaran khusus dan dana cadangan untuk mendukung pembiayaan layanan ini,” jelas dr. Asridah.

BACA JUGA :  Kampanye di Lambuya, ASR-Hugua Bahas Program Mantu dan Penggaris

Ia juga menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam menjalankan amanah ini. Setiap tenaga medis di Sultra diimbau untuk memberikan pelayanan tanpa diskriminasi, dengan mengutamakan sisi kemanusiaan dan pelayanan publik.

“Instruksi dari beliau jelas: tidak boleh ada masyarakat yang ditolak hanya karena tidak punya uang atau tidak memiliki kartu jaminan. Semua harus dilayani,” imbuhnya.

Dengan strategi ini, Pemprov Sultra berharap dapat memperluas jangkauan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat, sekaligus memperbaiki sistem pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

“Kami ingin keberadaan kami memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini adalah bentuk dedikasi kami untuk kemaslahatan bersama,” pungkas dr. Asridah.

1
1