1

Gandeng BEI dan OJK, Dikbud Sultra Perkuat Literasi Keuangan Guru untuk Tangkal Investasi Bodong dan Pinjol

*Kepala Dikbud Sultra, Yusmin bersama Kepala BEI Sultra, Bayu Saputra.
1

Kendari, Radarsultra.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan sosialisasi investasi aman kepada para guru, Senin (6/5/2025), sebagai upaya mencegah keterlibatan tenaga pendidik dalam praktik investasi bodong, pinjaman online ilegal (pinjol), dan judi online (judol).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Yusmin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat atas data yang menunjukkan banyak guru di wilayahnya menjadi korban praktik keuangan ilegal.

1

“Fakta dari OJK dan BEI menunjukkan bahwa guru termasuk kelompok paling rentan terjerat pinjol dan judi online. Ini harus kita hentikan. Karena itu, kami berinisiatif melibatkan seluruh guru, termasuk staf dinas, dalam sosialisasi ini,” ujarnya.

BACA JUGA :  Andi Sumangerukka: BIK Harus Berdampak Nyata

Yusmin menekankan pentingnya literasi keuangan yang memadai bagi guru, agar mereka mampu membedakan antara investasi legal dan yang bersifat menipu. Ia juga menyambut baik bantuan dari BEI dan OJK berupa pembukaan rekening investasi senilai total Rp1,7 miliar yang diberikan secara gratis kepada para guru di Indonesia.

“Ini langkah awal yang sangat baik. Tapi saya imbau agar rekening investasi tersebut tidak disalahgunakan untuk konsumsi atau, lebih parah lagi, judi online. Ini adalah peluang untuk mengenal investasi yang benar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BEI Sultra, Bayu Saputra, menyampaikan bahwa selain memberikan edukasi, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pengembangan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah.

“Kami menyiapkan dukungan seperti komputer, perpustakaan, dan laboratorium. Sekolah bisa langsung mengajukan tanpa harus menyurat secara resmi, cukup mendata dan kami akan tindak lanjuti,” katanya.

BACA JUGA :  Hadapi UNBK, SMP Kota Kendari Terhambat Masalah Server

Bayu juga menyampaikan rencana pembentukan ruang komunikasi antara BEI dan sekolah-sekolah sebagai sarana konsultasi dan pembelajaran investasi legal. Selain itu, kegiatan sosialisasi juga akan menyasar siswa dan orang tua untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan.

“Kami ingin membentuk ekosistem pendidikan yang melek finansial. Guru tidak hanya harus terlindungi, tapi juga bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat,” tuturnya.

Sosialisasi ini akan terus berlanjut dan diperluas hingga ke seluruh sekolah di Sultra, termasuk pada momentum Hari Guru mendatang. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan ke depan tidak ada lagi guru yang menjadi korban praktik keuangan ilegal.

1
1