Kendari, Radarsultra.co.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mengatakan kepada masyarakat bahwa gelombang dikatakan extrim akan terjadi di wilayah perairan Sulawesi tepatnya di Laut Banda Timur Sultra.
“Gelombang ekstrim tersebut akan terjadi diperairan Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Wakatobi, Menui, Kendari, dan perairan laut banda Timur Sultra yang diperkirakan akan mencapai kurang lebih 1,25-2,5 meter,” ungkap Pelaksana Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Adi Istiyono, Minggu (7/5/2017).
Saat dikonfirmasi BMKG Kendari, Adi Istiyono mengatakan, tinggi gelombang yang mencapai kurang lebih 1,25-2,5 meter tersebut diprediksi akan terjadi selama dua hari yakni pada Minggu (7/5) tepatnya pada pukul 08.00 Wita, dan akan berlanjut pada Senin (8/5) pada pukul 20.00 Wita.
“Umumnya tinggi gelombang tersebut dikarenakan adanya angin yang bertiup dari Timur hingga Tenggara yang diindikasikan terjadi pada Bulan Mei 2017, bisa dikatakan kategori ekstrim tapi masih dapat berubah-rubah atau berfluktuasi,” sebutnya.
Ia juga mengatakan, dua perairan yakni Wakatobi dan laut banda Timur Sultra potensi ketinggian gelombangnya lebih tinggi dari biasanya.
“Kedepannya tepatnya antara Bulan Mei – Agustus, tinggi gelombang akan semakin tinggi, diperkirakan pada saat memasuki bulan puasa sampai lebaran, gelombang akan semakin meninggi. Yang berbarengan dengan meningkatnya angin timur atau angin yang bertiup dari timur menuju barat diperairan laut banda dan sekitarnya,” paparnya.
Sementara itu, untuk perkiraan cuaca di Wilayah Sultra untuk siang dan sore hari pada umumnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang kecuali untuk wilayah Labungkari, Batauga, Pasarwajo dan Baubau Berawan.
“Pada malam hari akan berpotensi hujan ringan di wilayah Langara, Wanggudu, Buranga. Dan hujan lebat di wilayah Langara,” tambahnya.
Adapun Suhu Udara berada pada kisarsn 24 – 32°C, dengan kelembaban udara 65 – 95%, dan angin Tenggara / 5 – 20 km/jam.
Ia menghimbau, untuk masyarakat yang sebentar lagi akan melakukan arus mudik untuk lebih berwaspada. Selain itu, pinta dia, pihak-pihak terkait utamanya pihak pelayaran yang memiliki kapal, untuk lebih memperhatikan kondisi kapalnya apakah layak jalan atau tidak.
“Kami juga meminta pihak pengelola kapal peyebrangan yang melayani arus mudik nantinya untuk melengkapi fasilitas keselamatan penumpang. Seperti pelampung dan mematuhi peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pihak syahbandar,” pungkasnya. (C)






