1

Bangun Kesiapan Menghadapi Bencana, Wali Kota Kendari Ikuti Program Kepemimpinan di Situasi Krisis

1

Kendari, Radarsultra co.id – Bangun kesiapan menghadapi bencana, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengikuti Leadership Development Programme for Disaster Risk Management: Kepemimpinan pada Situasi Krisis, yang digelar pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketgam: Wali Kota Kendari foto bersama kepala daerah pada kegiatan “Kepemimpinan pada Situasi Krisis” di The Trans Resort Bali Jalan Kerobokan-Seminyak, Bali, Sabtu, (21/5/2022).

Kegiatan tersebut berlangsung di The Trans Resort Bali Jalan Kerobokan-Seminyak, Bali, Sabtu, (21/5/2022).

1

Hal tersebut guna Menindaklanjuti Surat Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor : Und-1069/BNPB/SU/DL.02.02/04/2022 tanggal 28 April 2022 Hal Leadership Development Programme for Disaster Risk Management Kepemimpinan pada Situasi Krisis, dimana Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus berkomitmen untuk membangun kesiapan menghadapi bencana.

BACA JUGA :  Wali Kota Kendari Bersama PB ISSI Gelar Parade Kemenangan Sambut Atlet SEA Games 2021

Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi mengatakan bahwa komitmen itu membutuhkan kolaborsi, integritas dan langkah bersama antara pusat dan daerah.

“Sehingga peningkatan kapasitas khususnya para bupati dan wali kota menjadi perlu dilakukan secara terus menerus dan intensif,” kata Ali Mazi.

Ali Mazi juga berharap kepada peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan seksama untuk kemudian dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan strategi pengurangan risiko bencana dan langkah-langkah yang sistematis, terpadu dan terarah.

BACA JUGA :  Perangi Kumuh, Pemkot Kendari Kembali Benahi 96 Unit RTLH

“Tentunya pengalaman dan pengetahuan yang mereka berikan nantinya merupakan hal yang sangat bernilai bagi kita semua,” ujarnya.

Ali Mazi mengungkapkan, peningkatan kapasitas penanggulangan bencana tidak hanya bisa dilakukan di tingkat nasional saja, namun juga terhadap pelaku di daerah utamanya kepala daerah.

“Sebab kepala daerah menjadi ujung tombak penanganan bencana karena, kepala daerah lebih memahami terkait situasi di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.*

1
1