Kendari, Radarsultra.co.id – Kendari darurat narkoba, Hal itulah yang disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Murniaty M dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) P4GN Kepada Pekerja Media Cetak, Elektronik dan Media Online se-kota Kendari.
Pasalnya, peredaran Narkoba di Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari saat ini telah merambah hingga ke tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pesantren.
“Peredaran gelap Narkoba bukan hanya menyasar dewasa dan remaja tapi juga ke anak-anak bahkan sudah masuk di pesantren,” ujar Murniati, Selasa (5/9/2017).
Peredaran narkoba dikalangan anak-anak dan pesantren telah dikemas sedemikian rupa oleh jaringan pengedar narkoba untuk mengelabui orang tua siswa dan orang banyak.
“Ada yang berbentuk permen hingga rokok elektrik. Para pengedar narkoba ini sengaja melakukan hal itu untuk menghancurkan generasi bangsa Indonesia, modusnya bermacam-macam, jenisnya pun bermacam-macam bahkan sekarang sudah ada narkoba yang bentuknya seperti permen Minion, bahkan ada kami dapatkan anak-anak yang membeli narkoba yang bentuknya seperti Vitamin C Vit Com seperti yang dijual di apotik,” kata Murniaty.
Untuk menyiasati halvtersebut, pihak BNN dan dinas terkait seperti Kementrian Agama (Kemenag) Sultra rutin melakukan tes urine bagi setiap calon siswa baru yang hendak masuk pesantren dan meningkatkan pengawasan terhadap jajanan anak-anak.






