Kendari, Radarsultra.co.id- Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Halu Oleo, La Ode Ngkoimani menanggapi tentang banyaknya posko-posko yang tersedia di sekitar kampus Universitas Haluoleo (UHO) guna menjadi wadah untuk siswa/siswi yang mendaftar ke PTN jalur SBMPTN boleh diadakan, namun tidak boleh menggunakan kalimat sebagai posko resmi.
“Posko-posko tersebut boleh ada tetapi, tidak dikatakan sebagai posko resmi. Bantuan sebagai tempat pendaftaran SBMPTN bagi siswa sangat membantu dengan ilmu IT yang mereka miliki. Namun jika dikatakan sebagai posko resmi akan diberikan teguran dari pihak sebagai panitia lokal (panlok) 84 Kendari,” ungkap Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Halu Oleo, La Ode Ngkoimani, pada konferensi pers, Jumat (28/4/2017) sore tadi.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa kepada siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi untuk tidak mempercayai adanya oknum-oknum yang menjanjikan atau menjamin atas kelulusannya.
“Disampaikan kepada masyarakat, terutama yang akan mengikuti SBMPTN 2017 ini untuk tidak mempercayai adanya oknum-oknum atau pihak-pihak yang menjamin kelulusannya dalam SBMPTN. Hal ini merupakan penerusan penegasan dari pihak panitia pusat. Dan sebagai panlok 84 Kendari harus bertanggung jawab menjalankan TOB ini dengan baik, benar, dan bertanggung jawab.
Untuk diketahui, bila ingin mengakses semua informasi terkait SBMPTN 2017, panlok 84 Kendari telah menetapkan sekertariat di gedung kuning dan untuk pendaftarannya di UPT TIK secara gratis dan tidak di pungut biaya selain pendaftaran sebesar 200.000.(C)






