1

TNI-Polri Siap Amankan WWF ke-10, 5.791 Personel Dikerahkan

TNI-Polri Siap Amankan WWF ke-10, 5.791 Personel Dikerahkan
1

Kendari, Radarsultra.co – TNI dan Polri mengadakan apel gelar pasukan untuk pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali, yang akan berlangsung pada 18-25 Mei 2024.

Apel ini diadakan di Lapangan Niti Mandala Renon pada hari Rabu (15/5/2024).

1

Kabaharkam Polri, Komjen Pol Fadil Imran, yang juga bertindak sebagai Kepala Operasi Puri Agung 2024, menjelaskan tujuan dari apel ini adalah untuk memastikan kesiapan personel TNI-Polri dalam mengamankan acara tersebut.

“Sebelum apel gelar pasukan ini, kita rapat personel yang sifatnya detail, lalu ada Tactical Floor Game (TFG) dan Latihan Pra Operasi. Hari ini gelar pasukan mengecek kesiapan personel dan peralatan mengamankan acara,” kata Fadil, Kamis, 16 Mei 2024.

Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan semangat sinergis. Ring 1 akan dijaga oleh Paspampres, ring 2 oleh TNI, dan ring 3 oleh Polri.

“Konsep ini biasa dilakukan dengan teman-teman TNI. TNI membentuk satgas dan kami menggelar Operasi Puri Agung,” tambah Fadil.

Event WWF ini dipandang sangat penting karena membahas isu krusial seperti air, pangan, dan energi yang memerlukan kesatuan suara global.

WWF ke-10 ini akan dihadiri oleh 43 kepala negara, 4 organisasi internasional, 194 menteri negara, serta menteri dari kabinet Indonesia Maju.

BACA JUGA :  Inspirasi di Balik Layar, Bripka Ula, Pahlawan Media Sosial yang Mencerahkan Kehidupan di Puncak Papua

Polri melibatkan 5.791 personel yang dilengkapi dengan command center untuk optimalisasi tugas pengamanan.

“Polri melibatkan 5.791 personel dengan dilengkapi command center diharapkan lebih optimal pelaksanaan tugas,” ucapnya.

Lebih lanjut, Fadil mengatakan, untuk jadwal kedatangan peserta dan tamu negara sudah ada.

Nantinya sudah ada tim Walrolakir mengantar dari bandara menuju tempat registrasi dan akomodasi.

“Kepala negara tiba tanggal 18 ada tim yang menerima dan Polri dilibatkan sebagai petugas pengawal tamu VVIP. ring 3 melakukan pengamanan sterilisasi dimana nanti ada unit k9, polisi pariwisata, polisi obvit, sabhara yang bertugas memberikan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Fadil juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Bali atas dukungan dan pengertian mereka selama penyelenggaraan WWF.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kondusivitas selama acara berlangsung dan meminta maaf atas kemungkinan adanya pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas yang sifatnya situasional.

“Kegiatan ini (WWF) kita tak mau mengganggu aktivitas wisata yang menjadi urat nadi ekonomi Bali. Kami ingin jadikan contoh ada event tak ada gangguan tapi ada dampak buat masyarakat,” katanya.

Sebanyak 17 ribu peserta diharapkan hadir dalam WWF ini, yang akan berdampak positif pada perekonomian Bali.

BACA JUGA :  Peringati 45 Tahun Pasar Modal, BEI Gelar Public Expose 2022

“Mudah-mudahan balancing keduanya antara perekonomian menggeliar dan isu air bisa membawa kesejahteraan bagi kita semua,” harapnya.

Sementara itu, Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Muhammad Khairil Lubis menekankan pentingnya pertemuan ini dalam menangani masalah air yang terkait dengan perubahan iklim.

Ia mengatakan, kegiatan KTT WWF ini sudah berlangsung beberapa tahun sebelumnya yang mana tahun ini Indonesia jadi tuan rumah.

Permasalahan air, katanya, tak terlepas dari isu global warming yang memang dari 15 tahun lalu dari zaman SBY presiden sudah mengingatkan dan memang sudah kita rasakan bahwasanya global warming itu nyata.

“Air kita sudah berkurang karena hutan kita sudah gundul, banjir akhirnya sering terjadi dengan longsor dan sebagainya,” ujarnya.

Khairil mengungkapkan harapannya agar diskusi yang berlangsung dalam forum ini dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat Bali terhadap acara ini.

“Dengan sistem keamanan yang TNI Polri lakukan yang udah ada pembagiannya dengan kekuatan alusista yang dikerahkan, kita berharap ini dapat berjalan dengan aman dan lancar dengan kita tetap mengantisipasi adanya gangguan sekecil apapun,” ujarnya.*

1
1