1

Terkait Pemukulan Warga, Kasat Pol PP : Anggota Kami Hanya Membela Diri

1

Kendari, Radarsultra.co.id –  Aksi pemukulan yang dilakukan oleh puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari terhadap seorang pedagang gorengan, Arifin, di Jalan Sorumba, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Kamis (06/07/17) kemarin menuai banyak spekulasi negatif dikalangan masyarakat umum maupun netizen.

Akibat dari pemukulan tersebut, Satpol PP banjir bulian dan hinaan dari para netizen, salah satunya netizen dengan nama akun randyzlatan yang mengatakan “Namanya saja “Satpol Pukul Pukul”, mudah2an yang “Polisi Asli” tidak ada yang main pukul juga.

1

Selain itu netizen dengan nama akun fadilsyahashar juga ikut menyalahkan Satpol PP dengan mengatakan “Seharusnya Satpol PP jadi pengayom masyarakat bukan menjadi tukang pukul main keroyok, mesti dihukum itu Satpol PP nya”.

BACA JUGA :  Yaudu Salam Ajo: "Semua Figur Potensial, Baik dari Partai atau Non Partai"

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP, Amir Hasan mengatakan bahwa kejadian tersebut bukan lah sebuah aksi pemukulan ataupun pengeroyokan.

Pihaknya mengatakan bahwa pada saat kejadian Pihak Satpol PP hanya membela diri lantaran si pedagang mengamuk dengan membawa sebilah parang.

“Kemarin itu bukan pemukulan, teman-teman membela diri, karena si korban ini bawa parang, mengamuk dia,” kata Amir Hasan, Jum’at (07/07/17).

Lebih lanjut, Amir Hasan mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan kebijakan kepada pedagang tersebut dengan mengizinkannya membuka lapak disamping jalan untuk berdagang gorengan selama bulan puasa hingga satu minggu selesai lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah 2017 lalu.

BACA JUGA :  PU Kota Kendari Maksimalkan Pembangunan Drainase

“Jadi begini, kemarin kan kami kasi kebijaksanaan, ketika bulan Puasa hingga seminggu pasca lebaran kami biarkan mereka menjual sepanjang jalan, baik itu takjilnya, gorengannya, terus baju baju muslim dan setelah lebaran itu sudah tidak ada lagi, tapi mereka ini tetap bertahan, orang tuanya tidak ada masalah tapi datang anaknya keberatan dan mengamuk dan membawa parang, dari pada teman teman menjadi korban, lebih baik dilumpuhkan, bukan dipukuli tapi dilumpuhkan karena membahayakan,” jelasnya

Saat ini kedua belah pihak yakni Satpol PP dan korban pemilik lapak yang ditertibkan tersebut telah berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan. (B)

1
1