Kendari, Radarsultra.co.id- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Univesitas Halu Oleo (UHO) terus melakukan penolakan terhadap kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pihak Universitas, hari ini KBM UHO kembali turun melakukan aksi demonstrasi di depan gedung rektorat dan mengancam akan memboikot seluruh aktifitas SMMPTN UHO. Rabu (12/7/2017)
“Kami massa aksi menegaskan menolak dengan tegas atas penerapan uang pangkal. Apabila penerapan uang pangkal tetap dilakukan, maka KBM UHO akan memboikot dan memberhentikan penyelenggara ujian SMMPTN 2017,” ungkap Ketua BEM UHO, LM. Tandowuna dalam aksinya, Rabu (12/7/2017).
Uang pangkal yang memberatkan calon mahasiswa baru (Maba) dalam kategori jalur Selesi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) terbilang cukup tinggi mulai dari satu juta rupiah hingga 450 juta rupiah untuk mahasiswa fakultas kedokteran.
“Penerapan uang pangkal juga kami nilai tidak berjalan sesuai mekanisme peraturan Menristek Dikti Nomor 39 Tahun 2017 pasal 8 ayat 2. Sebab terbukti dengan tidak adanya sosialisasi kepada mhasiswa ataupun masyarakat pada umumnya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Dr. La Ode Ngkoimani mengatakan, hingga saat ini, pihak Universitas belum memutuskan terkait pembatalan kebijakan uang pangkal yang akan dipungut dari calon mahasiswa yang melalui seleksi jalur mandiri.
“keputusan ini, merupakan keputusan yang disetujui oleh pemerintah pusat kepada perguruan tinggi. Hingga saat ini kami belum memutuskan apapun terkait uang pangkal, dan saya sampaikan kepada pihak keamanan internal dan keamanan eksternal Universitas untuk tetap mengamankan fasilitas negara,” tuturnya ketika menemui aksi.

Untuk diketahui, aksi demontrasi ini berlangsung ricuh. Akibat dari adanya pemukulan terhadap salah satu massa aksi tersebut hingga mengalami luka dibagian mulut yang cukup parah. (B)






