Kendari, Radarsultra.co.id – International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) yang akan diadakan pada tanggal 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali, dan juga akan menjadi kesempatan positif bagi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menunjukkan potensinya.
Hal tersebut dikemukakan oleh Akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) Dr. Syamsir Nur, yang mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan memberikan manfaat ekonomi jangka pendek dan jangka panjang bagi indonesia dan juga Provinsi Sultra pun akan kecipratan manfaat dari kegiatan ini.
“Saya kira ini kesempatan pula bagi masyarakat dan pemerintah Sultra untuk bisa memanfaatkan even ini sebagai ajang promosi potensi kita di sektor kuliner khususnya pangan lokal dan komoditas sektor perikanan sebab akan memberikan penerimaan devisa dan mendorong pertumbuhan ekonomi” jelasnya saat ditemui wartawan Radarsultra.co.id disalah satu resto di Kendari, Selasa, (17/07/2018).
Syamsir juga mengatakan manfaat jangka panjang adalah pengenalan produk unggulan Indonesia, peluang investasi dan usaha Indonesia yang kita tahu bahwa potensi ini ada di daerah-daerah dan juga ajang untuk memperoleh pembiayaan pembangunan infrastruktur.
“Kita tahu betul bahwa salah satu persoalan ekonomi daerah termasuk di sultra adalah soal ketersdiaan infrastruktur yang diakibatkan oleh keterbtsan pembiayaan” jelasnya.
Dalam pertemuan IMF-WGB yang akan dihadiri oleh sekitar 15.000 peserta dari 189 negara, akan banyak tercipta forum-forum yang bermanfaat sebagai media untuk dialog langsung dengan pakar dari IMF dan WGB, sarana berbagi informasi antara peserta dan serta membina jaringan yang positif antar sesama partisipan.






