Kendari, Radarsultra.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui program bantuan pendidikan tahap pertama tahun 2025. Program ini menjadi langkah nyata dalam pemerataan akses pendidikan sekaligus peningkatan mutu sekolah di seluruh wilayah provinsi.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Ia menilai, bantuan pendidikan bukan sekadar pembagian fasilitas, tetapi wujud perhatian pemerintah terhadap masa depan generasi muda.
“Pendidikan adalah fondasi kesejahteraan. Bantuan ini harus tepat sasaran agar benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan,” ujarnya saat menyerahkan bantuan secara simbolis di SMAN 2 Kendari, Senin (6/10/2025).
Program bantuan tersebut mencakup 12.750 pasang seragam sekolah, 275 unit komputer, 30 perangkat smartboard, 27 set alat laboratorium, 25 set peralatan pendidikan jasmani, serta meubel sekolah untuk puluhan ruang belajar di berbagai SMA dan SMK. Bantuan ini disalurkan secara bertahap dengan pengawasan ketat agar sesuai sasaran.
Selain mendukung sekolah reguler, Pemprov Sultra juga memperluas bantuan bagi Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk mendorong pendidikan inklusif. Tahun ini, sebanyak 5.000 seragam disalurkan bagi siswa SLB, dan jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 10.000 pada tahun depan.
Menurut Gubernur, kebijakan ini merupakan bagian dari tiga pilar utama pembangunan pendidikan di Sultra, yaitu peningkatan akses pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, dan penguatan pendidikan inklusif. Ketiganya diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antarwilayah serta memastikan seluruh siswa mendapatkan hak belajar yang sama.
Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida, yang menjadi salah satu penerima manfaat program, mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan sekolah. Ia menjelaskan, bantuan seragam diberikan kepada siswa kurang mampu berdasarkan hasil verifikasi data penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
“Kami menyalurkan bantuan ini kepada 80 siswa yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, kami juga menerima 10 unit smartboard yang sangat membantu proses pembelajaran digital,” jelasnya.
Nur Aida menambahkan, perangkat digital tersebut kini digunakan di berbagai ruang belajar seperti laboratorium komputer, perpustakaan, dan ruang guru. Sekolah juga berkomitmen memperkuat infrastruktur jaringan internet agar pemanfaatan teknologi bisa lebih optimal.
Program bantuan pendidikan ini tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelajar Sultra untuk belajar dalam lingkungan yang layak dan modern. Pemerintah berharap inisiatif ini mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.
“Bantuan ini bukan akhir dari program, tetapi awal dari perubahan besar dalam dunia pendidikan Sultra,” tutup Gubernur Andi Sumangerukka.






