Kendari, Radarsultra.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui perluasan lahan pertanian, Senin (27/04/26).
Pada tahun 2026, Pemprov Sultra mendapat alokasi program cetak sawah baru seluas 24.700 hektare dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program strategis nasional yang didanai melalui APBN ini menjadi langkah besar dalam memperluas lahan pertanian produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Bumi Anoa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Prof Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa awalnya Sultra hanya memperoleh alokasi 14.700 hektare. Namun, berkat dukungan pemerintah pusat, Sultra mendapatkan tambahan kuota 10 ribu hektare.
“Ini merupakan peluang besar bagi Sulawesi Tenggara untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan produksi pangan daerah,” ujar Prof Taufik.
Tambahan kuota tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI di Makassar, Sulawesi Selatan.
Program cetak sawah baru ini akan tersebar di 16 kabupaten dan kota di Sultra, meliputi Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Buton Utara, Buton Selatan, Kota Kendari, dan Kota Baubau.
Saat ini, pelaksanaan program masih berada pada tahap survei, investigasi, dan desain (SID). Proses tersebut dilakukan oleh tim dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari untuk memastikan kesiapan serta kelayakan lahan yang akan dikembangkan menjadi area persawahan baru.
Selain itu, Pemprov Sultra bersama pemerintah kabupaten dan kota juga tengah menyiapkan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) guna memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Koordinasi terus dilakukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai target, termasuk penyesuaian tambahan lahan 10 ribu hektare,” katanya.
Tak hanya fokus pada pembukaan lahan, Pemprov Sultra juga menyiapkan sistem pengelolaan pertanian modern melalui pembentukan 33 Brigade Pangan.
Setiap brigade terdiri dari 15 anggota yang melibatkan pemilik lahan dan tenaga teknis seperti mekanik. Brigade ini nantinya akan mengelola sekitar 150 hektare lahan pertanian dengan dukungan berbagai sarana produksi dari pemerintah.
Bantuan yang disiapkan meliputi mesin tanam, traktor roda empat, mesin panen, pompa air, alat semprot, hingga bantuan benih dan pupuk untuk mendukung produktivitas pertanian.
Melalui program ini, Pemprov Sultra optimistis sektor pertanian daerah akan semakin maju dan mampu menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional di masa mendatang.






