Kendari, Radarsultra.co – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Senin (3/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di kompleks Sekolah Rakyat Kota Kendari itu menjadi penanda dimulainya proses pembelajaran bagi para peserta didik tahun ajaran 2026/2027.
Kegiatan tersebut dihadiri Plt Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakil Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah Kota Kendari, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Kendari, serta para guru, orang tua siswa, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Kendari.
Ia mengatakan pembangunan sekolah tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kendari bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia, Satuan Kerja Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, serta berbagai pemangku kepentingan.
“Ini adalah bukti nyata perhatian Bapak Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat Kota Kendari. Sekolah Rakyat hanya dibangun di beberapa daerah pada tahap awal, dan Kota Kendari menjadi salah satu daerah yang memperoleh pembangunan pada tahap pertama,” ujar Siska.
Menurutnya, dimulainya proses pembelajaran di sekolah tersebut diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga desil 1 hingga desil 4, termasuk anak-anak yang selama ini tidak bersekolah.

“Kami berharap seluruh anak-anak yang berasal dari keluarga desil 1 hingga desil 4 dapat bersekolah di sini. Anak-anak yang sudah kami identifikasi tidak sekolah di Kota Kendari, jumlahnya hampir seribu orang, diharapkan dapat masuk ke Sekolah Rakyat sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah dengan alasan apa pun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sentra Meohai Kendari, Gunawan, SH., MH, mengatakan pemerintah telah menghadirkan fasilitas pendidikan yang memadai sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta didik.
“Dengan pemerintah menghadirkan berbagai fasilitas yang sangat luar biasa, mereka harus bersemangat dan memiliki motivasi dari dalam diri untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter serta mampu membanggakan daerah dan negara,” ujarnya.
Gunawan menjelaskan, gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa. Saat ini jumlah siswa yang menempati sekolah tersebut mencapai 339 orang, terdiri atas 133 siswa angkatan sebelumnya dan 206 siswa baru tahun ajaran 2026/2027.
Ia juga mengungkapkan pemerintah akan terus memperluas pembangunan Sekolah Rakyat melalui usulan Menteri Sosial kepada Menteri Pekerjaan Umum untuk pembangunan di sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara, yakni Kabupaten Konawe Selatan, Konawe, Muna, Wakatobi, dan Kota Baubau.
Menurutnya, keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak dapat dicapai oleh satu pihak semata, melainkan membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari menjadi contoh keberhasilan pelaksanaan program strategis nasional dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kendari secara simbolis menyematkan tanda peserta MPLS kepada perwakilan siswa sebagai tanda dimulainya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Usai membuka MPLS, Wali Kota bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas, termasuk ruang kelas dan gedung pembelajaran di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari.***






