1

STQH Nasional 2025 Angkat Pesan Cinta Alam dan Keimanan

*Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sultra, Muhamad Saleh, membuka giat dialog bersama media.
1

Kendari, Radarsultra.co – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan bahwa penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, bukan hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga momentum menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kerukunan dan kelestarian lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan dalam dialog media yang digelar di salah satu hotel di Kendari, Rabu (15/10/2025), bersama jajaran pejabat Kemenag dan puluhan jurnalis lokal. Acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sultra, Muhamad Saleh, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh agama.

1

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Al-Hadis Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag RI, H. Rijal Ahmad Rangkuty, menjelaskan bahwa STQH Nasional tahun ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam memahami pesan Al-Qur’an dan hadis.

BACA JUGA :  Siap Didata, Wagub Sultra Terima Kedatangan Petugas Regsosek 2022 di Rujabnya

“STQH ini kami harapkan menjadi ruang pembelajaran bersama bahwa Al-Qur’an dan hadis tidak hanya bicara soal ibadah ritual, tetapi juga memberikan legitimasi moral bagi manusia untuk menjaga kerukunan dan melestarikan alam sebagai bagian penting dari kehidupan beragama,” ujar Rijal.

Ia menambahkan, nilai keimanan peserta terlihat dari semangat mereka dalam menghafal dan memahami isi Al-Qur’an serta hadis. Sementara nilai budaya tercermin dari kekayaan tradisi Islam Nusantara yang ditampilkan melalui seni, pameran, dan kuliner halal khas daerah.

Menurutnya, nilai cinta lingkungan menjadi pesan penting yang perlu ditekankan di tengah maraknya isu perubahan iklim dan eksploitasi alam. “Manusia dan alam adalah ciptaan Tuhan yang saling bergantung. Karena itu, menjaga keseimbangan keduanya merupakan bentuk pengamalan iman yang sesungguhnya,” tuturnya.

BACA JUGA :  Bappeda Kendari Bahas Program Perencanaan Tahun 2023 Melalui Forum Prangkat Daerah

Senada dengan itu, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen PHU Kemenag RI, H. Muchlis Muhammad Hanafi, menuturkan bahwa ajaran Islam sejak awal telah menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi dengan tanggung jawab memakmurkan sekaligus melestarikannya.

“Islam tidak menolak pemanfaatan sumber daya alam, tapi memberi batas moral agar pemanfaatannya tidak merusak. Prinsip pembangunan berkelanjutan yang kini digaungkan dunia sejatinya sudah lama diajarkan dalam Al-Qur’an,” jelas Muchlis.

Melalui pelaksanaan STQH Nasional 2025 di Kendari, Kemenag berharap nilai-nilai keimanan, kebudayaan, dan kecintaan terhadap alam dapat terinternalisasi tidak hanya di kalangan peserta, tetapi juga masyarakat luas. Dengan begitu, kegiatan keagamaan tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi wahana memperkuat spiritualitas dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

1
1